Pekanbaru (ANTARA News) - Seorang mahasiswi semester tiga di salah satu Akademi Kebidanan (Akbid) swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan berinisial JM (18), warga asal Kabupaten Bengkalis, Riau, menjadi korban pemerkosaan di angkot C 01 Jakarta.

"Kejadiannya pada Jumat (20/1) malam, korban yang secara tidak sengaja menumpangi angkot C 01 di Jakarta, tiba-tiba disekap dan digilir lima orang pria yang telah lebih dulu berada di dalamnya," kata Susi, selaku Kepala Bidang (Kabid) Kemasyarakatan Badan Penghubung Riau di Jakarta yang menangani perkara JM kepada ANTARA, Kamis.

Susi yang dihubungi ANTARA dari Pekanbaru menjelaskan, bahwa JM saat ini tengah membutuhkan pendamping hukum atas perkara yang menimpanya.

Dia menjelaskan, saat ini orang tua JM juga telah berada di Jakarta menemani sang anak yang masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Polri, akibat trauma.

"Kemarin pada Rabu (25/1), kami juga telah mengunjungi JM di RS Polri di Jakarta. Di sana kami sudah berjumpa dengan orang tuanya yang datang lansung dari Bengkalis," ujar Susi.

Ketika tim berkunjung ke RS Polri, demikian Susi, tim hanya bisa bertemu dan berkomunikasi dengan ibu korban, sedangkan JM belum bisa dijumpai karena sedang menjalani perawatan intensif.

"Kami hanya bisa ngobrol dengan ibu korban terkait kejadian yang menimpa JM. Sedangkan korban belum bisa ditemui, karena sedang menjalani perawatan dari tim dokter," ujarnya.

Susi juga berharap agar kondisi JM cepat pulih dan semua trauma yang dirasakan selama ini hilang, serta kembali hidup normal seperti sediakala.

"Kepada orang tua, kami juga berharap agar tetap tegar mengahadapi semua cobaan ini, dan yang mesti diingat orangtuanya, bahwa kejadian ini bukanlah sebuah aib, melainkan musibah yang harus dihadapi dengan kesabaran," tuturnya.

Susi juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi di tanah air khususnya asal Riau yang berada di Jakarta untuk tetap waspada saat menumpangi angkot.

"Kewaspadaan adalah kunci utama keselamatan," kata Susi.

(KR-FZR)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012