Aksi ini sekaligus memperkuat kolaborasi PHR dan Ditjen PPKL KLHK untuk bersama-sama peduli akan ekosistem lingkungan sungai, perlindungan, dan pengelolaan mutu air
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar aksi susur sungai dan gerakan bersih Sungai Ciliwung, Sabtu.

"Aksi ini sekaligus memperkuat kolaborasi PHR dan Ditjen PPKL KLHK untuk bersama-sama peduli akan ekosistem lingkungan sungai, perlindungan, dan pengelolaan mutu air," kata Direktur Utama PHR Jaffee A Suardin dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan di tengah tuntutan peningkatan produksi migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan, PHR juga berupaya menyeimbangkan antara peningkatan produksi migas dan kelestarian lingkungan.

Selain Jaffee, aksi susur sungai juga dihadiri Dirjen PPKL Sigit Reliantoro, Direktur Pengendalian Pencemaran Air (PPA) Nety Widayati, dan didukung PT Pertamina (Persero) serta Pertamina Subholding Upstream (SHU).

Titik susur sungai sejauh sekitar lima kilometer, mulai dari Jembatan Panus, Kecamatan Pancoran Mas, sampai dengan Kopi Ciliwung, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Sementara itu, Sigit menyampaikan KLHK secara berkala melalukan pemantauan kualitas air sungai tidak hanya di Sungai Ciliwung, namun juga di seluruh sungai yang ada di Indonesia.

"Ditambah lagi dengan kekuatan dan pendekatan berbasis komunitas, saat ini bahkan sudah ditemukan lagi spesies ikan, udang kecil," ucapnya.

Sampah anorganik seperti plastik, styrofoam, dan tekstil yang terkumpul dari kegiatan tersebut kemudian ditimbang untuk dapat didaur ulang dengan melibatkan penggiat lingkungan yang memiliki kemampuan dalam mendaur ulang sampah plastik dan tekstil.

Selain itu, ada pula agenda sensus sampah yang dapat mengidentifikasi identifikasi sampah untuk dapat diketahui jenis dan volumenya.

Dengan mengetahui jenis dan volumenya, kegiatan sensus sampah tersebut dapat memetakan sumber-sumber pencemar dominan yang berdampak pada kelestarian sungai.

"Dilaksanakannya kegiatan ini juga untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk sadar dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian sungai. Sungai bukanlah tempat membuang sampah," ujar Jaffee.

PHR saat ini tengah membangun fasilitas wetland di area operasi WK Rokan dalam mengelola air terproduksi berbasis natural based solution (NBS) sebelum dialirkan ke badan air.

Fasilitas wetland tersebut merupakan wetland pengolah air terproduksi berbasis NBS pertama dalam industri migas di Asia Tenggara.

Selain itu, PHR juga sedang mengembangkan fasilitas ecoriparian dan pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan merupakan fasilitas ecoriparian pertama dan terdepan untuk melestarikan ekosistem hutan rawa Sumatera yang berada di tengah kota Provinsi Riau.

Baca juga: Pertamina awal tahun 2023 temukan cadangan minyak ribuan barel
Baca juga: Presiden Jokowi: Blok Rokan bukti SDM RI mampu kelola potensi migas
Baca juga: Pertagas: Pipa minyak Blok Rokan alirkan 160.000 barel per hari

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2023