Kupang (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan pembukaan sosialisasi sub nasional Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang akan berlangsung pada 1-2 Februari 2023 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

"Sosialisasi ini dimaksudkan untuk menyampaikan kebijakan, strategi, dan rencana untuk implementasi rencana aksi mitigasi yang mengacu pada target penurunan emisi gas rumah kaca sampai dengan tahun 2023 kepada seluruh masyarakat secara langsung," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi NTT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Arief Mahmud kepada wartawan di Kupang, Jumat.

Indonesia's FOLU Net Sink 2030 merupakan sebuah kondisi yang ingin dicapai pemerintah Indonesia melalui tingkat serapan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada 2023 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi.

Ia menjelaskan Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang menyatakan bahwa sektor FOLU menargetkan penyerapan karbon secara bersih pada 2030 sebesar 29 persen dari emisi karbon dunia.

Baca juga: Indonesia siapkan beberapa strategi capai FoLU Net Sink 2030

Baca juga: KLHK perkuat peran polisi hutan dukung pencapaian FoLU Net Sink 2030


Dalam rangka implementasi kebijakan itu, kata dia, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah berperan aktif sebagai pemangku kebijakan di daerah untuk menyusun rencana kerja masing-masing, serta dapat mendorong percepatan Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di daerah.

Untuk itu, KLHK menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi dan workshop di tingkat regional dan sub nasional di 22 provinsi pada 2023 yang dimulai dari NTT.

Kegiatan tersebut akan diikuti seluruh perwakilan 34 pemerintah provinsi di Tanah Air, bupati/wali kota se-NTT, gubernur NTT, organisasi perangkat daerah terkait, UPT BPDAS dan BPKHTL se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Ondy Christian sosialisasi Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sudah dimulai pada 2021 yang menyasar 12 provinsi dan dilanjutkan pada 2023 dengan menyasar 22 provinsi lain.

"Untuk tahun ini (2023) kick off sosialisasi dimulai dari NTT dan pemerintah provinsi menyambut antusias kegiatan ini," katanya.

Ia mengatakan nantinya, akan dibahas dan disusun pula rencana kerja atau langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pengurangan emisi karbon di NTT melalui perpaduan program nasional dengan program daerah.

Ondy menambahkan ada tiga hal yang diupayakan oleh pemerintah untuk menyukseskan Indonesia Hijau di dalam FOLU Net Sink yaitu, mengurangi kebakaran hutan dan lahan, mempertahankan hutan-hutan yang masih ada, dan menambah tutupan hutan untuk meningkatkan serapan karbon.

Baca juga: KLHK: Peran swasta sangat diperlukan untuk capai FoLU Net Sink 2030

Baca juga: Indonesia ajak semua negara beraksi lebih kuat tangani perubahan iklim

 

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2023