Kami telah menurunkan sejumlah petugas dari Tim Rescue dan BPBD setempat sejak enam hari terakhir untuk menyusuri hulu sungai di beberapa kecamatan yang memiliki sungai besar dan kecil, berpotensi penyebab banjir di kabupaten, "
Painan, Sumbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menurunkan Tim Rescue dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat menyusuri sejumlah hulu sungai di kabupaten itu dalam mengantispasi banjir yang bakal terjadi akibat musim hujan ini.

Kepala BPBD Pesisir Selatan, Doni Gusrizal di Painan, Selasa mengatakan, penyusuran dilakukan untuk memantau kondisi sungai yang berpotensi penyebab banjir, terkait terjadinya musim hujan pada akhir tahun ini.

"Kami telah menurunkan sejumlah petugas dari Tim Rescue dan BPBD setempat sejak enam hari terakhir untuk menyusuri hulu sungai di beberapa kecamatan yang memiliki sungai besar dan kecil, berpotensi penyebab banjir di kabupaten, " katanya.

Jumlah sungai di kabupaten itu sebanyak 68 yang terletak di 15 kecamatan yang ada. Sebanyak 12 sungai diantaranya merupakan sungai besar yang kerap menjadi penyebab banjir pada setiap kali musim hujan.

Dari penelusuran yang di lakukan oleh tim dengan jumlah sebanyak 22 orang itu, sebanyak 12 sungai di antaranya berpotensi menyebabkan banjir bila diguyur hujan deras.

Sungai-sungai besar itu yakni Sungai Painan ( Kecamatan IV Jurai), Sungai Bayang (Bayang), Sungai Lumpo, Sungai Jalamu (Batang Kapas), Sungai Tapan (Basa Ampek Balai Tapan), Sungai Lengayang (Lengayang), Sungai Lagan, Sungai Punggasan (Ranahpesisir), Sungai Surantih (Sutera) dan Sungai Haji (Linggo Sari Baganti).

Tidak saja terhadap hulu sungai besar, tim juga melakukan penyusuran ke hulu-hulu sungai kecil yang mengkhawatirkan penyebab banjir. Tim melakukan penyusuran hulu sungai selama 6 hari. Setiap harinya tim menurunkan satu regu.

Dari penyusuran itu jika ditemukan hulu sungai yang mengkhawatirkan menyebabkan banjir, tim langsung betindak untuk melakukan berbagai upaya antisipasi seperti halnya pembersihan hulu sungai dari berbagai sampah penghambat arus sungai.

"Ada beberapa hulu sungai di kabupaten ini yang kondisinya memerlukan pembersihan dari tumpukan sampah dan beberapa akar pohon yang terbawa arus sungai," katanya.

Selama ini, kondisi itu kerap menjadi penyebab banjir pada setiap kali musim hujan datang seperti halnya hulu sungai IV Jurai, Bayang, Lumpo, Sungai Jalamu dan Sungai Tapan.

Menurut dia, kondisi geografis alam di kabupaten itu sangat mendukung terjadinya berbagai bencana alam akibat musim hujan ini. Tidak saja banjir, bahkan pada kondisi cuaca ekstrim ini, kabupaten itu juga rawan akan terjadinya tanah longsor.

(KR-AGP/S006)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012