Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mengatakan penyaluran kredit baru dan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat pada Maret 2023.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, mengatakan penyaluran kredit baru oleh perbankan yang terindikasi meningkat itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Maret 2023 sebesar 94,6 persen, lebih tinggi dari SBT bulan sebelumnya 66,7 persen.

Faktor utama yang mempengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain.

Sementara itu, untuk keseluruhan triwulan I 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan tumbuh positif.

Erwin menuturkan permintaan pembiayaan korporasi pada Maret 2023 juga terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu ditunjukkan oleh SBT pembiayaan korporasi sebesar 24 persen, meningkat dari SBT 9,4 persen pada Februari 2023.

Sumber pembiayaan terutama berasal dari dana sendiri, diikuti oleh pembiayaan dari perbankan dalam negeri yang terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru juga terindikasi meningkat pada Maret 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa Kredit Multi Guna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan.

Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing.


Baca juga: Sri Mulyani sebut kredit UMKM dari perbankan RI masih sangat rendah
Baca juga: Dirut BRI: Suku bunga murah belum tentu tingkatkan penyaluran kredit
Baca juga: BI: Pembiayaan MCF dukung pencapaian target penyaluran kredit UMKM

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2023