Washington (ANTARA News) - Para ilmuwan yang tergabung dalam misi Kepler Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Rabu, menemukan sistem planet baru yang menjadi rumah bagi planet terkecil yang pernah ditemukan.

NASA mengumumkan bahwa planet-planet tersebut berada di satu sistem yang disebut Kepler-37, dengan jarak kurang lebih 210 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di Rasi Bintang Lyra.

Planet terkecil yang dinamakan Kepler-37b, berukuran sedikit lebih besar dari Bulan, atau sepertiga ukuran Bumi.

Planet tersebut lebih kecil daripada Mercury sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para peneliti untuk menemukannya.

Para astronom memperkirakan Kepler-37b tidak mempunyai atmosfer yang mendukung kehidupan, dan sebagian besar terdiri atas bebatuan.

Sementara itu, Kepler-37c, planet terdekat dari Kepler-37b, berukuran sedikit lebih kecil dari Venus, atau kira-kira tiga per empat ukuran Bumi. Sedangkan Kepler-37d, yang merupakan planet terjauh di sistem tersebut, mempunyai ukuran dua kali lebih besar daripada Bumi.

Bintang di sistem Kepler-37 mempunyai kelas yang sama dengan matahari di tata surya kita walaupun suhu bintang tersebut sedikit lebih rendah dan berukuran lebih kecil.

Ketiga planet di sistem planet tersebut mengorbit bintang itu dengan jarak kurang dari jarak Merkurius ke Matahari sehingga para ilmuwan menyimpulkan planet-planet tersebut mempunyai suhu yang sangat panas dan tidak ramah bagi kehidupan.

Suhu permukaan planet yang membara tersebut diperkirakan mencapai 800 derajat Fahrenheit atau 700 derajat Kelvin sehingga cukup panas untuk melumerkan kandungan zinc atau timah sari di uang logam.

Sementara Kepler-37c dan Kepler-37d berturut-turut mengorbit setiap 21 hari dan 40 hari.

Wahana antariksa Kepler diluncurkan pada Maret 2009 untuk mencari planet-planet berukuran mirip dengan bumi yang mengorbit bintang.

Kepler mencari dunia yang berada sangat jauh dengan cara mendeteksi fenomena "transit", yaitu meredupnya bintang karena ada planet yang melintas di depannya.

Tinggi rendahnya tingkat keredupan bintang dapat dihitung untuk menentukan besar kecilnya planet dibandingkan dengan ukuran bintang tersebut.
(ANT)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013