Jakarta (ANTARA News) - Dalam industri komik Jepang (manga), tidak hanya komikus, editor juga berperan penting.

"Ibarat restoran, komikus adalah koki, sementara editor menyediakan bahan makanan terbaik," demikian Yohei Sadoshima, editor manga yang pernah bekerja di penerbit Kodansha.

"Komikus tidak perlu memakai semua bahan yang disediakan, tapi dia harus memilih bahan terbaik untuk menghasilkan karya terbagus," tuturnya.

Untuk mengumpulkan ide, editor dan komikus mengadakan pertemuan berkali-kali hingga persiapan matang.

"Kalau untuk satu karya butuh sepuluh ide, kami harus mengumpulkan seratus gagasan," lanjut dia.

Komikus handa, kata Sadoshima. harus tahu bagaimana memilih ide yang diperlukan sehingga karya yang dihasilkan dapat menghibur dan membuat merangsang imajinasi pembaca.

Editor akan memandu komikus baru yang belum berpengalaman, bahkan pertemuan mereka menjadi lebih sering --bisa juga setiap hari--karena segala hal diperiksa dan diperbaiki. Tidak hanya unsur cerita dan gambar, hal kecil seperti wajah karakter pun diperiksa dengan seksama.

"Kalau perlu sampai harus gambar ulang," ungkap Sadoshima.

(nan)

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013