London (ANTARA) - Bank sentral Inggris (BoE) sedang mempertimbangkan rencana buat memaksa lebih banyak bank internasional untuk mendirikan anak perusahaan di Inggris, The Financial Times melaporkan pada Selasa (4/7/2023).

BoE sedang mempertimbangkan rencana tersebut sebagai bagian dari tinjauan atas keruntuhan bank AS Silicon Valley Bank awal tahun ini, surat kabar itu melaporkan, mengutip orang-orang yang akrab.

Langkah tersebut dapat mengurangi ambang batas yang mewajibkan bank asing dengan bisnis korporat di negara itu untuk mendirikan anak perusahaan, kata surat kabar itu. Dicatat bahwa anak perusahaan, seperti yang dimiliki SVB di London, lebih mudah bagi regulator lokal untuk mengambil kendali jika terjadi kegagalan.

Nathanael Benjamin, direktur eksekutif BoE untuk otorisasi dan bank internasional pada Senin (3/7/2023), mengatakan bank sentral akan merefleksikan ambang batas untuk cabang bank asing menjadi anak perusahaan.

Menyusul runtuhnya perusahaan induknya di Amerika Serikat, unit Silicon Valley Bank di Inggris dijual ke HSBC pada Maret untuk menghindari gangguan terhadap nasabahnya di Inggris.

Bank sentral Inggris tidak segera menanggapi permintaan komentar.


Baca juga: HSBC akuisisi Silicon Valley Bank cabang Inggris yang kolaps
Baca juga: Bank sentral Inggris dan pemerintah fasilitasi penjualan SVB ke HSBC
Baca juga: Saham Inggris dibuka turun di tengah nada "hawkish" bank-bank sentral

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2023