Roma (ANTARA) - Roma dan kota-kota lain di seluruh Italia pada Senin (10/7) berstatus siaga merah saat negara itu bersiap menghadapi gelombang panas intens yang menurut para ahli meteorologi kemungkinan akan memecahkan rekor.

Ramalan cuaca memperkirakan suhu sekitar 40 derajat Celsius pada sisa pekan ini di kota-kota di seluruh negara tersebut mengingat Eropa kini telah diterjang gelombang panas selama beberapa pekan.

Pada Senin, Kementerian Kesehatan Italia mengeluarkan peringatan merah di sembilan dari 27 kota utama di negara itu setidaknya selama satu dari tiga hari ke depan.

Kota-kota tersebut termasuk ibu kota Roma, Florence di Italia tengah, dan Bologna di Italia utara. Bahkan Bolzano, kota yang berada di ujung utara negara tersebut, juga akan berstatus siaga merah pada Selasa (11/7).
 
   Delapan kota lainnya dari ke-27 kota tersebut akan berstatus siaga oranye pada Rabu (12/7), dan hanya empat kota yang akan berstatus hijau atau bersuhu normal


Peringatan merah mencakup peringatan khusus, bahkan bagi warga yang masih muda dan sehat, agar tetap berada di dalam ruangan dan mengambil langkah-langkah pencegahan lainnya saat momen terpanas di hari itu, menyatakan bahwa suhu dapat menimbulkan "risiko mengancam nyawa" jika salah penanganan.

Peringatan oranye menandakan risiko yang sama tetapi hanya bagi warga yang sangat muda, warga lanjut usia, dan warga yang memiliki masalah kesehatan.

Peringatan tersebut juga berarti bahwa rumah-rumah sakit di daerah yang terdampak akan siap menerima korban sengatan panas.

Ada pula peringatan tentang kemungkinan keterbatasan pasokan energi dan potensi kerusakan infrastruktur. Di beberapa kota, otoritas dapat menyediakan akses air minum gratis di ruang publik.
 

 

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2023