Satu kompi TNI diturunkan di Timika

Satu kompi TNI diturunkan di Timika

Ilustrasi pasukan TNI (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

Jika sesewaktu dibutuhkan maka kita akan kerahkan untuk membantu pihak kepolisian
Timika (ANTARA News) - Jajaran TNI menyiagakan satu satuan setingkat kompi (SSK) untuk membantu pihak kepolisian dalam mengankan Kota Timika, Papua, dari kemungkinan terjadi bentrok lanjutan antarkelompok pendulang emas tradisional.

Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf Dwi Lagan Safruddin, kepada ANTARA di Timika, Senin, mengatakan satu SSK prajurit TNI dari Yonif 754 Eme Neme Kangasi (ENK) tersebut disiagakan di Gedung Eme Neme Yauware Timika.

Pada malam harinya, sekitar 40-50 prajurit TNI ikut patroli gabungan bersama anggota Polri ke berbagai titik di sekitar Kota Timika untuk mencegah terjadi bentrok susulan antarkelompok pendulang emas tradisional yang telah menewaskan lima orang sejak Jumat (15/3).

"Anggota kami juga disiagakan di Koramil Kota Timika, markas Kodim 1710, markas Detasemen Kaveleri dan markas Brigade Infanteri 20 Ima Jaya Keramo. Jika sesewaktu dibutuhkan maka kita akan kerahkan untuk membantu pihak kepolisian," jelas Dwi Lagan.

Prajurit TNI yang ikut terlibat dalam kegiatan patroli gabungan dengan TNI terdiri dari semua satuan baik POM, Detasemen Kaveleri, Yonif 754 ENK maupun Kodim 1710 Mimika.

Sementara pengamanan di sepanjang areal pertambangan PT Freeport Indonesia diserahkan sepenuhnya kepada Satuan Tugas (Satgas) Amole yang juga merupakan gabungan personel Polri dan TNI.

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Pendulang emas tradisional diimbau tidak masuk area tambang Freeport

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar