Jakarta (ANTARA) - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) memberi hadiah kepada para pemenang lomba menulis novel dan manuskrip puisi dalam Pagelaran “Sayembara Novel dan Sayembara Manuskrip Puisi 2023” sebesar total Rp130 juta.

Selain hadiah berupa uang tunai, karya-karya para pemenang pagelaran bergengsi unggulan Komite Sastra DKJ itu akan diterbitkan dan dapat diakses publik secara daring.

“Sayembara sastra ini merupakan wujud kehadiran DKJ dalam peta ekosistem kesenian Indonesia dan menjadi wadah penciptaan karya-karya bermutu sastra Tanah Air,” kata Ketua Komite Sastra DKJ Hasan Aspahani pada “Malam Anugerah Sayembara Novel dan Sayembara Manuskrip Puisi 2023” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu.

Adapun para pemenang Sayembara Manuskrip Puisi DKJ 2023 di antaranya “Gentayangan Puitika” karya Amos Ursia meraih juara tiga, “Suatu Haru di Batas Ilmu Pengetahuan” oleh Heru Joni Putra sebagai juara dua, dan “Selamat Malam, Kawan!” karya Muhaimin Nurrizqy sebagai juara pertama.

Sementara para pemenang Sayembara Novel DKJ 2023 berhasil disabet Yoga Zen dengan karya “Tersesat Setelah Terlahir Kembali” sebagai juara pertama, Hasbunallah Haris dengan karya “Leiden (2020 – 1920)” sebagai juara dua, dan Ida Fitri dengan karya “Tukang Intip” sebagai juara tiga.

Baca juga: Sayembara Sastra 2023 upaya DKJ jembatani seni hiburan dan kreatif
Baca juga: DKJ Fest 2023 hadirkan pengetahuan bagi masyarakat soal seni


Para pemenang dalam Sayembara Novel dan Manuskrip Puisi DKJ 2023 masing-masing berhak atas hadiah sebesar Rp25 juta untuk juara pertama, Rp15 juta untuk juara dua, dan Rp10 juta untuk juara tiga.

Selain itu, total 10 pemenang dengan naskah menarik perhatian dewan juri (juara favorit) dari dua kategori (novel dan manuskrip puisi) berhak atas hadiah masing-masing Rp3 juta.

“Keputusan harus diambil, meskipun telah menentukan kriteria penilaian yang cukup ketat, harus diakui bahwa tidak mudah untuk menyeleksi 366 naskah menjadi tiga juara dan lima yang menarik perhatian juri,” ujar salah satu Dewan Juri Sayembara Novel DKJ 2012, Zaky Yamani.

Pada Sayembara Novel, dewan juri memilih aspek pendahuluan, alur, karakterisasi, latar, gaya bahasa, dan kebaruan sebagai tolok ukur menentukan karya terbaik.

Sementara Sayembara Manuskrip Puisi, dewan juri telah mengkurasi total sebanyak 431 naskah dengan tiga tolok ukur penilaian, yakni komposisi, kurasi, dan perspektif tematik.

Sayembara Novel dan Sayembara Manuskrip Puisi DKJ 2023 dibuka untuk publik mulai tanggal 14 Februari 2023 dan ditutup tanggal 20 April 2023. Tidak hanya menarik minat partisipan lokal, ajang sayembara sastra yang berdiri sejak 1974 itu bahkan turut diikuti peserta mancanegara, seperti Kamboja, Turki, Jerman, Italia, Rusia, dan Amerika.

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2023