Palembang (ANTARA) - Tim Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palembang, Sumatera Selatan kembali melakukan pelayanan pemeriksaan dokumen keimigrasian perlintasan orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri (umrah) melalui penerbangan langsung ke Madinah, Arab Saudi.

"Hari ini mulai diturunkan tim untuk melayani pemeriksaan dokumen keimigrasian 430 orang yang berangkat umrah perdana, langsung dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang ke Madinah," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang Mohammad Ridwan seusai acara pelepasan penerbangan langsung di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan sejak pandemi COVID-19 tidak ada lagi kegiatan penerbangan umrah secara langsung ke Arab Saudi dan penerbangan internasional lainnya.

Baca juga: Kloter pertama Embarkasi Palembang berangkat dari bandara SMB II

Dengan dibukanya penerbangan perdana untuk umrah oleh maskapai penerbangan Lion Air pada 9 Agustus 2023 dan penerbangan kedua pada 10 Agustus 2023, diharapkan pada kondisi normal sekarang ini dapat diikuti oleh maskapai penerbangan lainnya membuka rute penerbangan internasional seperti sebelum adanya pandemi.

Selain penerbangan langsung untuk umrah, selama ini ada penerbangan internasional rute Palembang-Singapura dan Palembang-Malaysia.

Untuk mendukung dibukanya kembali penerbangan internasional di Bandara SMB II Palembang, tim Imigrasi Palembang mulai disiagakan dan siap kapanpun melakukan tugas clearance keimigrasian atau pemeriksaan dokumen keimigrasian di pintu kedatangan dan keberangkatan, ujar Ridwan.

Sementara itu, Kasi Lantaskim Adep Yoenus menambahkan meskipun dalam beberapa tahun terakhir tidak ada penerbangan internasional reguler, secara umum tidak ada masalah dalam pelayanan keimigrasian penerbangan langsung dari Palembang ke Madinah seperti yang dibuka penerbangan perdananya hari ini.

"Dalam beberapa tahun terakhir petugas kami tetap melayani pemeriksaan keimigrasian, terutama kepada ribuan jamaah yang menunaikan ibadah haji dengan penerbangan langsung dari embarkasi haji Palembang," ujarnya.

Baca juga: Bandara SMB II Palembang siap berangkatkan 8.192 calon haji

Penerbangan langsung Palembang-Madinah merupakan program yang bagus dan perlu didukung semua pihak, karena bisa memudahkan masyarakat provinsi ini melakukan perjalanan ibadah umrah.

Masyarakat yang akan umrah selama ini harus terbang ke Jakarta terlebih dahulu, karena penerbangan ke Arab Saudi hanya ada di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Dengan penerbangan secara langsung, tidak perlu lagi transit berganti pesawat dan berulang kali pindah bandara serta menjalani pemeriksaan petugas keamanan bandara.

Selain itu, dapat menghemat biaya, karena masyarakat yang terdaftar sebagai jamaah umrah pada suatu travel tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli tiket penerbangan tambahan pergi pulang Palembang-Jakarta, kata Adep.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan Bandara SMB II menjadi bandara ke-11 yang melakukan penerbangan langsung ke Madinah menggunakan pesawat A330 dengan kapasitas penumpang 430 orang.

Baca juga: Jumlah penumpang pesawat di Bandara SMB II Palembang masih tinggi

Baca juga: Palembang tetap buka penerbangan langsung jemaah haji dan umrah


Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru melepas secara simbolis jamaah umrah dengan memberikan shal kepada perwakilan jamaah.

Acara peresmian dan pelepasan penerbangan perdana umrah Lion Air 1445 Hijriah dari Palembang langsung ke Madinah berjalan dengan lancar dan tertib disaksikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni yang mewakili Menteri Perhubungan, Direktur Utama PT Lion Air Capt.Daniel Putut Kuncoro Adi, EGM Angkasapura II Iwan Setiawan, para kepala instansi vertikal (CIQ), dan pejabat Pemprov Sumatera Selatan, serta sejumlah pimpinan travel umrah.

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2023