Jakarta (ANTARA) - Pegolf India Yuvraj Singh Sandhu dan Ho Yu-Cheng asal Taiwan menduduki puncak klasemen BNI Ciputra Golfpreneur setelah memainkan putaran kedua yang berlangsung di Damai Indah Golf BSD Course, Tangerang, Banten, Kamis.

Baik Yuvraj maupun Yu-Cheng total mengoleksi 131 pukulan atau 13 under.

“Beruntung putter saya mulai tajam lebih awal pagi ini dan saya bisa membuat dua birdie dalam dua hole pertama. Saya pikir kedua birdie itu menciptakan momentum di sembilan hole pertama. Sebelum tahu skor saya 6-under di sembilan hole pertama, saya sebenarnya malah tidak tahu skor saya, dan ini hal yang bagus karena membantu saya lebih fokus pada permainan,” kata Yuvraj seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima pewarta.

Yuvraj menambahkan bahwa pada sembilan hole terakhir, dirinya berusaha melakukan bentuk swing yang sama dan selalu menempatkan bola di fairway.

“Posisi pin di green ada di tempat-tempat yang cukup menantang, dan skor Anda bisa runyam hanya dengan satu pukulan dan kehilangan beberapa pukulan. Jadi, Anda mesti benar-benar fokus,” jelasnya.
 
Pegolf Taiwan Ho Yu-Cheng memukul bola pada putaran kedua turnamen BNI Ciputra Golfpreneur 2023 yang berlangsung di Damai Indah Golf BSD Course, Banten, Kamis (24/8/2023). (ANTARA/HO/BNI Ciputra Golfpreneur) (ANTARA/HO/BNI Ciputra Golfpreneur)


Baca juga: Pegolf Thailand mendominasi putaran pertama BNI Ciputra Golfpreneur

Sementara itu, Ho Yu-Cheng juga tampil apik pada putaran kedua. Ia bahkan mampu mengukir eagle pada hole ke-18.

"Ketika sampai di tee box 18, saya hanya ingin melakukan pukulan tee yang cukup lurus, yang ternyata bisa saya wujudkan karena bolanya ada di tengah fairway. Lalu, pada pukulan kedua menyisakan sekitar 186 meter dan agak melawan angin. Saya menggunakan 5-iron dan berhasil memukul bola hingga tersisa 1,8 meter dari lubang,” papar pegolf Taiwan itu.

Putaran kedua yang sekaligus berfungsi sebagai cut off juga meloloskan empat pegolf Indonesia, yaitu Danny Masrin, George Gandranata, Syukrizal, dan Peter Gunawan.

Batas cut off pada turnamen kali ini adalah 142 pukulan atau 2 under.

Danny menempati posisi T10 dengan 137 pukulan atau 7 di bawah par, George dan Syukrizal di posisi T18 dengan masing-masing 139 pukulan atau 5 di bawah par, Peter menghuni posisi T39 dengan 142 pukulan atau 2 di bawah par.

Danny cukup puas dengan permainannya selama dua hari di turnamen ini. Walaupun menghadapi sejumlah tantangan, ia menilai dirinya mampu tampil baik.

"Birdie di hole terakhir, yaitu hole 9 membuat semuanya jadi terasa lebih baik. Walaupun sempat masuk bunker, tapi masih bisa membuat birdie di hole 9. Rasanya senang sekali. Apalagi di hole 8 tadi putt birdie saya meleset dengan jarak kurang dari satu meter saja,” jelas Danny.

Sementara itu, Syukrizal berharap dapat masuk 10 besar di turnamen ini.

Walaupun bolanya sempat keluar lapangan, Syukrizal mampu mengembalikan permainannya hingga akhir pertandingan. Ia total mencatatkan tiga birdie dan satu eagle pada hole kedelapan.

"Lapangan ini tidak susah dan juga tidak mudah. Untuk saya tantangan terbesar ada di hole 11, rasanya tidak mudah untuk menaklukkannya,” jelas Syukrizal.

Baca juga: Kevin dan Jonathan turut bangga dengan prestasi yang diukir Hansel
Baca juga: Berserah diri jadi kunci Kevin Akbar juarai turnamen Indonesia Pro-Am

 

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2023