PENS buka S2 terapan pertama di Indonesia

Begitu Mendikbud membuka peluang (S2 terapan) itu pada Oktober lalu, kami langsung membuka pada November lalu, karena kami sudah lama menyiapkan dosen dan laboratorium. Jadi, kami yang pertama membuka S2 Terapan,"
Surabaya (ANTARA News) - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya membuka program pendidikan S2 terapan pertama di Indonesia karena membuka peluang politeknik membuka pascasarjana baru dibuka pemerintah melalui UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Begitu Mendikbud membuka peluang (S2 terapan) itu pada Oktober lalu, kami langsung membuka pada November lalu, karena kami sudah lama menyiapkan dosen dan laboratorium. Jadi, kami yang pertama membuka S2 Terapan," kata Koordinator Pascasarjana Terapan PENS Ali Ridho Barakbah PhD di Surabaya, Kamis.

Di sela-sela peluncuran Pascasarjana Terapan PENS bersamaan turunnya SK Mendikbud dan pisah kenal manajemen PENS di kampus setempat, ia menjelaskan S2 terapan yang dibuka adalah Teknik Elektro serta Teknik Informatika dan Komputer.

"Sejak dibuka pada November 2012 ada 10 mahasiswa yang masuk dan sekarang sudah hampir semester dua. Target kami sebenarnya 40 mahasiswa untuk dua jurusan itu, namun waktu pendaftarannya mepet sehingga hanya 10 mahasiswa yang mengawali," katanya.

Ke-10 mahasiswa S2 terapan itu terdiri dari tujuh mahasiswa S2 Teknik Elektro dan hanya tiga mahasiswa S2 Teknik Informatika dan Komputer. "Ada enam dosen PENS yang melanjutkan studi dan sisanya dari Poltek Astra, Unair, Poltek Surabaya, dan mahasiswa S1 PENS," katanya.

Bedanya, selain S2 Terapan lebih banyak praktik, katanya, riset dalam S2 Terapan juga harus berbentuk produk yang bernilai inovasi. "Untuk mempercepat studi, mahasiswa S2 terapan sudah dibimbing tesis sejak pertama, sehingga proposal tesis tidak akan molor," katanya.

Selain itu, S2 Terapan itu lebih berorientasi kepada praktik dan berbasis laboratorium. "Karena itu, mahasiswa S2 terapan itu kuliah, laboratorium, kuliah, laboratorium, dan seterusnya, karena dosen pembimbing teori dan laboratorium juga ada, sehingga tidak bisa langsung pulang," katanya.

Tentang biaya per semester, ia mengatakan biaya per semester mencapai Rp7,5 juta dan biaya masuk yang dibayar sekali saat masuk sebesar Rp1,1 juta. "Tidak ada biaya lain-lain di luar biaya per semester dan biaya masuk itu, tapi kami juga menyiapkan beasiswa unggulan," katanya.

Ia menambahkan S2 Terapan itu cocok untuk dosen dan juga guru SMK yang menempuh S1 di bidang umum, lalu ingin melanjutkan ke studi terapan. "Kami tidak mempermasalahkan mahasiswa darimana saja, asalkan jurusan yang ditempuh bersifat linier," katanya.

Dalam pisah kenal manajemen PENS, Direktur PENS yang lama Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD mengaku cukup puas dan bangga dengan hasil mahasiswa PENS selama ini.

"Karena dalam kurun waktu empat tahun selama masa kepengurusan saya, tingkat mahasiswa DO menurun dan PENS juga semakin melebarkan sayapnya bersaing dengan universitas dan politeknik lainnya di Indonesia. Cukup mengesankan bagi saya, karena apa saja yang saya targetkan selama saya menjabat sudah terpenuhi," ujarnya. (E011/N002)

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar