Saya meminta direksi PT Freeport turut bertanggung jawab di depan hukum. Jika hasil investigasi menemukan adanya kelalaian di lokasi kecelakaan, saya minta direksi PT Freeport bertanggung jawab,"
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengingatkan Direksi PT Freeport untuk turut bertanggung jawab jika hasil investigasi terhadap kecelakaan di lokasi pertambangan emas tersebut menemukan adanya kelalaian.

"Saya meminta direksi PT Freeport turut bertanggung jawab di depan hukum. Jika hasil investigasi menemukan adanya kelalaian di lokasi kecelakaan, saya minta direksi PT Freeport bertanggung jawab," kata Priyo Budi Santoso saat menerima Direksi PT Freeport Indonesia, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Direksi PT Freeport Indonesia yang hadir antara lain, CEO Freeport McMoRan Copper Gold Inc Richard C Adkerson dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto.

Pada kesempatan tersebut, Rozik B Soetjipto mengatakan manajemen PT Freeport telah berhasil mengevakuasi seluruh korban kecelakaan longsor di ruang pelatihan area tambang Big Gossan, di PT Freeport Indonesia, Papua.

PT Freeport hingga hari ini, kata dia, telah berhasil mengevakuasi sebanyak 28 korban meninggal dunia, sedangkan 10 korban lainnya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Rozik menegaskan PT Freeport bertanggung jawab penuh atas seluruh korban kecelakaan longsor tersebut, di antaranya akan menanggung biaya pendidikan putra dan putri para korban serta memberikan kesempatan bekerja di PT Freeport kepada keluarga korban.

"Untuk menghormati keluarga korban, PT Freeport untuk sementara menghentikan kegiatan penambangan sambil menyelesaikan proses investigasi penyelidikan insiden kecelakaan ini.

Rozik menambahkan, pihaknya telah mendapat telepon langsung dari Presiden Ssusilo Bambang Yudhoyono yang menanyakan insiden kecelakaan dan perkembangan penanganan para korban.

Sebelumnya, diberitakan sebuah terowongan panjang di lokasi tambang Big Gossan di PT Freeport yang berusia sekitar 15 tahun runtuh dan mengurung puluhan pekerja di dalamnya.

Tim evakuasi telah berhasil mengeluarkan seluruh pekerja yang terkurung di dalam terowongan yakni sebanyak 38 pekerja.

Polda Papua bersama tim ahli ahli dari Freeport dan Kementerian ESDM telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab runtuhnya ruangan kelas itu.
(R024/I007)

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013