New York (ANTARA) - Indeks-indeks utama Wall Street naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) naik setelah The Fed mempertahankan suku bunga dan juga dipicu pernyataan pejabat tinggi bank sentral AS itu bahwa kenaikan suku bunga tetap dilakukan meskipun bank sentral tetap membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 221,71 poin atau 0,67 persen ke 33.274,58, indeks S&P 500 naik 44,06 poin atau 1,05 persen ke 4.237,86, dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 210,23 poin atau 1,64 persen ke 13.061,47.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan para pembuat kebijakan akan mengambil kebijakan dengan hati-hati meskipun mereka belum yakin kondisi keuangan cukup ketat untuk membuat inflasi serendah yang diinginkan bank sentral.

Perdagangan berombak pada awal konferensi pers Powell, tetapi indeks saham utama mulai mendapatkan kembali kekuatan setelah sekitar 20 menit, kemudian mencapai sesi tertinggi.

Hal itu karena pejabat tinggi The Fed tidak begitu asertif mengenai suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama seperti yang dia lakukan pada konferensi pers sebelumnya, menurut Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas Wedbush Securities Michael James di Los Angeles.

Ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management Charlie Ripley menulis bahwa meskipun masih ada potensi risiko bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga lagi, komentar Powell menunjukkan bahwa "palang" menjadi lebih tinggi untuk kenaikan suku bunga.

Edward Moya, analis pasar senior di Oanda, menulis bahwa meskipun Powell bersikeras bahwa dia tetap membuka opsi untuk kenaikan suku bunga, tapi hal itu tampaknya tidak terlalu meyakinkan.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, hanya dua sektor yang melemah yaitu sektor energi yang turun 0,3 persen dan sektor bahan pokok konsumen yang turun tipis 0,06 persen. Kelompok yang mengalami kenaikan tertinggi adalah sektor teknologi informasi yang naik 2 persen dan sektor jasa komunikasi, yang naik 1,8 persen.

Sebelumnya, pasar saham mendapat dorongan dari penurunan imbal hasil obligasi setelah Departemen Keuangan AS mengatakan akan memperlambat laju kenaikan lelang utang jangka panjang pada kuartal November-Januari dan memperkirakan akan memerlukan kenaikan satu kuartal lagi setelah itu untuk memenuhi kebutuhan pendanaannya.

Musim laporan kinerja perusahaan beragam. Sebanyak 79,7 persen dari 310 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya untuk kuartal ketiga melampaui perkiraan analis, berdasarkan data LSEG. Sementara hanya 16,1 persen yang meleset dari perkiraan. Namun investor tetap kecewa dengan laporan triwulanan emiten.

Saham Advanced Micro Devices melonjak hampir 10 persen setelah perkiraan penjualan chip untuk kecerdasan buatan (AI) yang optimistis menandakan kemajuan dalam upaya perusahaan untuk mengejar pemimpin pasar Nvidia.

Saham Estee Lauder anjlok 18,9 persen setelah pembuat produk kecantikan itu memangkas perkiraan laba tahunannya. Saham prosesor Payroll Paycom Software merosot 38,5 persen setelah memproyeksikan pendapatan kuartal keempat yang suram.

Saham pemilik Tinder, Match Group, turun 15,3 persen setelah memperkirakan pendapatan kuartal keempat di bawah estimasi.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 11,2 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 10,67 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumlah saham-saham yang naik melebih jumlah saham yang turun dengan rasio 2,36 : 1, sedangkan untuk Nasdaq rasionya 1,2 : 1.

S&P 500 mencatatkan tujuh titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan 30 titik terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 24 titik tertinggi baru dan 297 titik terendah baru.

Baca juga: Wall Street naik seiring investor nantikan hasil pertemuan Fed
Baca juga: Wall Street beragam, pasar cerna laporan emiten dan data ekonomi AS

Penerjemah: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2023