Seoul (ANTARA News) - Harapan pemulihan kawasan industri bersama Kaesong memudar karena perundingan terbaru antara Korea Utara dan Korea Selatan mengalami kebuntuan, pada Rabu.

Perundingan paling baru antara Korea Selatan dan Korea Utara pada Rabu untuk membuka kembali kawasan industri bersama Kaesong, kecil harapannya melihat kesepakatan awal yang terjadi sejak beberapa bulan ketegangan antar-negara itu.

Putaran ke empat perundingan mengenai kawasan industri --lambang kerja sama kedua negara bersaing itu -- berlangsung tepat di dekat garis perbatasan di Utara. Tiga perundingan sebelumnya berakhir dengan kebuntuan.

"Cuaca tidak terlalu buruk hari ini. Apakah Anda pikir kita akan mendapat hasil yang bagus hari ini?" ketua utusan Utara, Pak Choi-Su mengatakan sebelum memulai perundingan.

"Saya harap kita dapat membangun suatu rumah yang akan berdiri kokoh menentang embusan angin dan curahan hujan," kata timpalannya dari Selatan, Kim Ki-Woong, menurut laporan media.

Dalam pertemuan awal bulan ini, kedua belah pihak menyetujui prinsip dasar untuk membuka kembali kawasan industri yang merupakan tempat bekerja bagi 53 ribu warga Korea Utara dengan 123 pabrik milik pengusaha Selatan yang memproduksi kain dan berbagai barang industri ringan lainnya. Namun kemajuan perundingan sangat lamban.

"Mereka saling membahas masa lalu. Ini sangat sulit disebut sebagai perundingan, mereka hanya saling menghambat," kata Chang Yong-Seok, peneliti senior di Institut Perdamaian dan Penyatuan Universitas Nasional Seoul, kepada AFP.

Profesor Yang Moo-Jin dari Universitas Studi Korea Utara mengatakan putaran ke empat dan kelima perundingan akan menjadi titik yang menentukan dalam usaha menyelamatkan Kaesong, lambang terakhir dari rekonsiliasi.

"Kedua pihak merasa mendapat tekanan untuk mencapai hasil sebelum pelaksanaan latihan militer bersama antara Korsel dan Amerika Serikat bulan depan," kata Yang.

Banyak pengusaha Korsel yang memiliki pabrik di Kaesong menghadapi kerugian jutaan dolar akibat penutupan fasilitas industri itu, mereka mengancam akan hengkang seterusnya jika penutupan sementara masih berlanjut.

(M007)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013