counter

Monorel hubungkan Bandung-Jatinangor-Soreang-Padalarang

Monorel hubungkan Bandung-Jatinangor-Soreang-Padalarang

Ahmad Heryawan. (ANTARA)

Ya, ini nggak akan seperti membangun jalan tol, karena bisa jadi dibangun di atas jalan raya..."
Bandung (ANTARA News) - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengemukakan bahwa rute awal pembangunan moda transportasi massa monorel akan menghubungkan Bandung-Jatinagor (Kabupaten Sumedang), Bandung-Soreang (Kabupaten Bandung) dan Bandung-Padalarang (Kabupaten Bandung Barat).

"Untuk pemetaan awal, rute moda transportasi massal ini akan mencakup kawasan Bandung-Jatingangor, Bandung-Soreang dan Bandung-Padalarang. Nanti Bandung-Lembang menyusul" katanya usai menandatangani note kesepahaman pembangunan monorel dengan Wakil Presiden China National Machinery Import and Export Coorporation, Zhao Jun, di Gedung Negara Pakuan, Sabtu.

Ia menuturkan, untuk lahan yang akan digunakan sebagai tiang penyangga rel monorel tersebut akan menggunakan lahan-lahan yang kurang produktif, bahkan tidak bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.

"Ya, ini nggak akan seperti membangun jalan tol, karena bisa jadi dibangun di atas jalan raya, sehingga pembebasan lahannya lebih efisein tidak memakan waktu serta biaya yang terlalu besar, dan disesuaikan dengan hasil suvei lapangan maupun studi kelayakan yang akan dilakukan," katanya.

Oleh karena itu, ia mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengharapkan, agar studi kelayakan dan penyusunan rencana induk bisa dilakukan tepat waktu dan berjalan berbarengan.

"Sehingga pemasangan tiang pancang bisa dilakukan tahun 2014," katanya.

Selain itu, lanjut Heryawan, untuk tim pendahulu diharapkan agar bisa bekerja maksimal sesuai dengan jadwal dan tidak meleset, termasuk dalam perizinan dan rekomendasi dari pemerintah pusat agar proyek ini mendapat dukungan dan menjadi bagian dari rencana transportasi nasional.

Untuk rencana induk (masterplan) pembangunan Metropolitan Bandung Raya Pemprov Jabar, menurut dia, akan dimulai saat ini dan melibatkan tim dari China dan Indonesia.

"Masterplan mulai hari ini dan rencananya selesai satu tahun ke depan, sementara untuk feasibility studies (FS) selama enam bulan, jadi Januari tahun depan FS-nya selesai," demikian Ahmad Heryawan.

Komjen Iriawan dilantik jadi PJ Gubernur Jabar

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar