Washington (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel pada Selasa menyeru lagi militer Mesir untuk menahan diri dalam menghadapi aksi-aksi unjuk rasa.

Hagel berbicara kepada Jenderal Abdel Fattah al-Sisi melalui telepon setelah Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengadakan kunjungan pertama untuk bertemu dan berbicara dengan presiden terguling Mesir Mohammad Moursi.

Hagel berbicara dengan al-Sisi "untuk membahas situasi keamanan di Mesir dan mendesak pasukan keamanan Mesir menahan diri dalam mengatasi protes-protes," kata juru bicara Pentagon George Little.

Keduanya berbicara tentang kunjungan Ashton dan "perlunya bagi sautu proses rekonsiliasi inklusif," kata Little.

AS telah berulang-ulang mendesak militer Mesir menahan diri sejak penggulingan Moursi pada 3 Juli. Moursi adalah presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.

Tetapi AS telah menolak menggunakan istilah kudeta dilakukan oleh militer Mes miliir bahkan setelah pembunuhan 82 orang dalamunjuk rasa pro-Moursi pada Sabtu. AS akan memutuskan bantuannya jika menyatakan militer Mesir melakukan kudeta.

Dari Kairo dilaporkan Ashton pada Selasa bertemu dengan Moursi di satu lokasi yang tak disebutkan.

Presiden terguling itu dalam keadaan sehat dan memiliki akses untuk memperoleh berita, kata dia.

"Moursi dalam keadaan sehat," kata Ashton kepada wartawan, seraya menambahkan dia memiliki akses untuk mendapatkan surat kabar dan menonton televisi, dan melukiskan pembicaraan mereka "bersahabat, terbuka dan sangat terus terang."

Dia mengadakan pembicaraan dua jam dengan Moursi Selasa dinihari, dengan sumber-sumber mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP, dia bertolak dari Kairo dengan helikopter militer.

Dia menolak mengatakan di mana Moursi ditahan atau menyebutkan komentar-komentarnya kepada dia.

Ashton tiba di Kairo pada Ahad malam untuk mengadakan pertemuan-pertemuan yang jadwalnya ketat dengan para pejabat pemerintah Mesir dan para wakil oposisi.

Kunjungan dia terjadi beberapa hari setelah kekerasan yang merenggut 82 jiwa di pihak pengunjuk rasa pro-Moursi di Kairo pada Sabtu pagi.

Dia mendesak dikhirinya pertumpahan darah dan transisi politik yang akan mencakup organisasi Ikhwanul Muslimin yang jadi organisasi asal Moursi.

Tetapi Ashton mengatakan Selasa bahwa dia di Mesir tak bermaksud mendesak masing-masing pihak untuk mengambil tindakan-tindakan khusus atau mengambil prakarsa.

"Saya di sini tidak meminta orang-orang melakukan sesuatu," kata dia, seraya menambahkan bahwa dia akan membantu menemukan "dasar sama" antara dua pihak.

"Saya tidak datang ke sini untuk mengatakan orang hendaknya berbuat ini, orang berbuat itu, ini negara Anda," kata dia. "Solusi untuk rakyat Mesir."

Sebelumnya Ashton mengatakan Uni Eropa akan meneruskan upaya penengahan guna mengakhiri kemelut di Mesir.

Ashton, yang berbicara di samping Wakil Presiden Sementara Mesir Mohamed El Baradei, mengatakan bahwa sejumlah diplomat Uni Eropa akan tetap berada di Mesir untuk melanjutkan upaya tersebut.

"Namun semuanya terserah kepada para politikus Mesir membuat keputusan yang tepat," kata Ashton.

(M016)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013