Jakarta (ANTARA News) - Manajemen PetroChina Java International Ltd (PJIL) mengatakan, masalah "gas kick" (semburan gas) yang dialami saat pemboran sumur Sukowati-5 di Blok Tuban, Bojonegoro, Jawa Timur, sudah dapat diatasi sehingga kegiatan pemboran sudah normal kembali. Semua proses berlangsung tanpa proses evakuasi, korban luka maupun kerusakan baik di lokasi pemboran maupun lingkungan sekitarnya, kata PJIL dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu, sehubungan terjadinya "gas kick" di sumur Sukowati-5 yang terletak di Desa Campurejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu dinihari (29/7). Dalam laporan kronologis kejadian di sumur gas tersebut, PetroChina menyebutkan bahwa "gas kick" terjadi pada Sabtu 29 Juli 2006, pukul 00.20 WIB. Saat itu, sedang dilakukan pemboran dengan kedalaman 1.872 meter, di sumur gas yang dioperasikan secara bersama PT Pertamina dengan PetroChina East Java, anak perusahaan PJIL. Sumur mengalami semburan gas selama proses pemompaan Loss Circulation Material (LCM). Mengingat semburan gas itu kemungkinan mengandung material H2S (hidrogen sulfida), maka diputuskan gas yang keluar langsung dibakar. Dikatakan, semburan gas yang keluar dari celah batuan itu memang menimbulkan suara bising, terutama di malam hari, sehingga banyak penduduk yang langsung berhamburan ke luar rumahnya untuk melihat kegiatan pembakaran gas tersebut. Namun setelah menyadari situasi tidak berbahaya, mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Esok harinya, sejumlah warga desa sekitar sumur Sukowati berinsiatif ke rumah sakit setempat untuk mencek kondisi kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada penduduk yang mengalami keracunan H2S. Kegiatan eksplorasi migas di Blok Tuban dioperasikan oleh Joint Operating Body (JOB) PT Pertamina (Persero)-PetroChina East Java (PPEJ), kata siaran pers itu.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2006