Saat ini, Stadion Sultan Agung di Bantul adalah pilihan terbaik
Jakarta (ANTARA) - Klub Barito Putera akan bermarkas di Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk menggelar sisa pertandingan kandang pada lanjutan Liga 1 Indonesia musim ini.
 
Dikutip dari laman resmi Liga Indonesia, Minggu, CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman mengatakan pemilihan berhome base sementara di Bantul telah melalui diskusi dengan manajemen dan pemain.
 
Keputusan harus diambil oleh Barito Putera karena Stadion Demang Lehman harus mengalami renovasi serta tak ada stadion pengganti yang representatif di kawasan Kalimantan Selatan.
 
"Kami memohon dukungan dan doa restu dari masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya pencinta sepak bola Barito Putera, untuk menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai home base sementara selama Stadion 17 Mei dan Stadion Demang Lehman Martapura sedang direnovasi," ungkap Hasnuryadi.
 
"Kami bahkan telah mencari di wilayah Kalimantan, termasuk di Kalimantan Tengah. Saat ini, Stadion Sultan Agung di Bantul adalah pilihan terbaik," sambungnya.
 
Manajemen Barito berharap Gustavo Tocantins serta kolega tetap dapat meraih kemenangan meski sementara harus berpindah tempat, karena selama ini tim memiliki catatan baik selama laga kandang.
 
Tercatat Laskar Antasari dari 11 laga kandang yang telah dijalani, tim hanya sekali kalah saat menjamu Madura United pada akhir Juli 2023, selebihnya tim mampu meraih poin dengan tujuh kali menang dan tiga kali imbang.
 
"Dalam sisa 10 laga musim ini, kita juga berharap dapat memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan kita dapat menjadi kebanggaan dan mengharumkan nama Banua Kalimantan Selatan tercinta," terang Hasnuryadi.
 
Selanjutnya Barito Putera pada pekan ke-26 Liga 1 Indonesia dijadwalkan akan menjamu tim kuat Persib Bandung, Jumat (23/2) mendatang.

Baca juga: Alberto yakin Persib raih hasil positif ketika hadapi Barito Putera
Baca juga: Barito Putera menang tipis 1-0 saat menjamu Arema FC
Baca juga: Dewa United dipaksa berbagi angka ketika menjamu Barito Putera

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2024