London (ANTARA News) - Inggris pada Sabtu membantah klaim oleh kelompok Al Shabaab, Somalia, yang terkait Al-Qaida bahwa pasukan khususnya terlibat dalam serangan pada pangkalan penting gerilyawan itu.

Seorang juru bicara kelompok Islam mengatakan "orang-orang Inggris dan Turki" berperan dalam operasi di mana pasukan komando diturunkan dari helikopter saat mereka berusaha menyerbu satu rumah milik seorang komandan Al Shabaab senior di pelabuhan Somalia selatan Barawe.

"Tidak ada keterlibatan Inggris," kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris kepada AFP ketika diminta untuk mengomentari serangan itu.

Dia tidak akan memberikan rincian lebih lanjut.

Serangan itu terjadi dua pekan setelah orang-orang bersenjata Shabaab menyerang pusat perbelanjaan Westgate Kenya, membantai 67 orang dalam pengepungan empat hari.

Enam warga Inggris termasuk di antara yang tewas dalam aksi pengepungan itu.

Sementara dari Ankara juga terdapat laporan, bahwa pasukan khusus Turki tidak mengambil bagian dalam serangan fajar terhadap kubu milisi Islam Somalia al Shaabab, kata seorang pejabat kementerian luar negeri Sabtu, menyangkal tuduhan milisi tersebut.

Al Shabaab mengatakan, pasukan khusus Inggris dan Turki melakukan penggerebekan di kota kecil Barawe di selatan negara itu, menewaskan seorang pemberontak.

Dikatakan seorang perwira Inggris tewas dan beberapa tentara Inggris lainnya serta seorang Turki terluka.

"Tidak ada hal seperti itu telah terjadi," kata pejabat Turki tersebut.

Milisi Islam Somalia Al Shabaab Sabtu mengatakan bahwa serangan fajar di benteng pertahanannya di kota kecil Barawe di selatan negara itu dilakukan oleh pasukan khusus Inggris dan Turki.

Komandan pasukan Inggris, katanya, tewas selama serangan dan empat penyerang SAS lain dalam keadaan terluka kritis.

(H-AK)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013