Washington (ANTARA News) - Rencana untuk membangun 1.500 rumah di permukiman baru Israel di Jerusalem timur tidak menciptakan "lingkungan yang positif" bagi negosiasi perdamaian yang tengah berlangsung dengan Palestina, kata seorang pejabat senior Amerika Serikat, Rabu.

Rakyat Palestina telah menyatakan kemarahannya terhadap rencana yang diumumkan hanya beberapa jam setelah Israel membebaskan 26 tahanan Palestina itu, serta menuduh negara yahudi tersebut berusaha merusak pembicaraan damai.

"Kami tidak menganggap aktivitas pemukiman lanjutan atau pembangunan di Jerusalem Timur merupakan langkah-langkah yang menciptakan lingkungan yang positif bagi negosiasi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki kepada wartawan.

"Tidak pernah ada saat dalam proses negosiasi guna mencapai solusi dua negara ini kami menyetujui kegiatan pembangunan permukiman atau konstruksi di Jerusalem timur."

Tujuan dari pembicaraan, yang diluncurkan pada akhir Juli setelah upaya yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry adalah untuk menyelesaikan sejumlah masalah, antara lain pembangunan permukiman yang menggagalkan negosiasi terakhir.

"Pembicaraan terus berlanjut, dan kedua belah pihak tetap berkomitmen dalam kerangka waktu sembilan bulan," tambah Psaki, sebagaimana dilaporkan AFP.

Kedua belah pihak sekarang telah bertemu setidaknya 13 kali dalam tiga bulan terakhir, sekalipun Psaki menolak menjelaskan lebih lanjut, dia bersikeras jika ada "perbedaan dari beberapa tahun yang lalu."

(G003)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2013