Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Pasangan taekwondoin Indonesia yang turun di nomor freestyle (berpasangan) Aulia Ramadhan dan Kevita Deliza merebut medali emas bagi Indonesia di hari pertama Kejuaraan Dunia Taekwondo Poomsae WTF ke-8 di Nusa Dua, Bali, Kamis malam.

Final nomor berpasangan yang berlangsung setelah upacara pembukaan resmi Kejuaraan Dunia Poomsae oleh Presiden Badan Taekwondo Dunia (WTF) di sela-sela kejuaraan, pasangan muda itu berhasil mengungguli tujuh pasangan lainnya dengan skor 8,08. Medali perak diraih pasangan Kanada dengan skor 7,68.

Pada kompetisi sebelumnya dihari pertama kejuaraan poomsae, Kamis, dua taekwondoin Indonesia sempat lolos dari babak penyisihan, namun gagal meraih medali.

Irsyad Aziz yang turun di kelas junior perorangan U-17 putra hanya berada di posisi tujuh dari klasemen akhir ketika berkompetisi di final yang berisi delapan atlet.

Sementara, di kelas junior U-17 tahun putra itu, taekwondoin Korsel Gwang-hyun Lee merebut medali emas dengan menjadi yang terbaik, mengungguli peraih perak Minh Van Nguyen dari Vietnam.

Medali perunggu diraih atlet Thailand Chaiyasit Kwanboon.

"Saya merasa sudah tampil lepas, tapi saya melakukan kesalahan yang tidak saya sadari," kata Irsyad.

Sementara itu di kelas perorangan junior U-17 putri, lebih parah dimana Mutiara terlempar dari babak final setelah hanya berada di urutan kesembilan saat perebutan delapan besar ke final.

Pada U-17 putri itu, atlet Iran Marjan Salahshouri merebut emas, mengungguli peraih perak So-Hee Kang dari Korsel, serta Tasana Manso dari Thailand dan Kan-Yu Lin dari Taiwan yang merebut perunggu.

Pada hari kedua kejuaraan poomsae, Jumat (1/11), akan dipertandingkan kelas perorangan U-39 putra, U-17 berpasangan, freestyle putra.
(A020/D011)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013