Indonesia butuh SDM kelautan berkualitas

Indonesia butuh SDM kelautan berkualitas

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby Mamahit (ke-5 dari kiri), Ketua Sekolah Tinggi Pelayaran (STIP) Rudiyana (ke-4 dari kiri) berpose di depan banner relief perjalanan STIP sejak berdiri tahun 1953 hingga saat ini. Acara peresmian dimulainya pembuatan prasasti ini dilakukan di sela acara Reuni Alumni STIP Angkatan-2, di Aula STIP Marunda, Jakarta Utara, Minggu (31/8/14). (istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Bobby Mamahit menegaskan, Indonesia membutuhkan sumbrdaya manusia (SDM) berkualitas untuk memajukan dunia maritim di tengah persaingan yang semakin meningkat.

"Kami butuh SDM yang berkualitas untuk dunia maritim Indonesia yang lebih baik," kata Bobby dalam acara Reuni Angkatan ke-23 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta, kemarin. Bobby Mamahit merupakan Ketua Alumni STIP yang berasal dari Angkatan ke-19.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, Bobby mengatakan, STIP sebagai sekolah yang mencetak alumni-alumni yang kompeten dalam dunia pelayaran terbukti telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang.

Selain itu, ia ingin terus mendukung sekolah-sekolah ilmu pelayaran lainnya untuk terus meningkatkan kualitas alumninya dan siap terjun ke dunia maritim.

Dalam acara reuni eks taruna tersebut, Bobby menyampaikan apresiasinya terhadap para alumni yang telah berpuluh tahun menunjukkan dedikasinya untuk dunia kelautan di Tanah Air. "Jadi perjalanan kami yang telah berpuluh tahun menunjukkan apa yang telah kami lalui untuk republik ini memang luar biasa," ungkapnya.

Dia mengharapkan reuni alumni STIP dapat terus dilaksanakan, sebagai kegiatan yang positif dan ajang silaturrahmi.

Sementara itu, Ketua STIP Rudiyana mengatakan, sejauh ini alumninya mampu memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja dunia pelayaran. Setiap tahunnya, STIP mampu menghasilkan 450-500 taruna. Menurutnya, alumni STIP telah terbukti digunakan di level nasional maupun internasional.

Kementerian Perhubungan pernah mencatat industri transportasi laut Indonesia kekurangan pelaut tingkat perwira sebanyak 18.000 orang dan tingkat rating 25.000 orang.

Data menunjukan Indonesia memiliki pelaut sebanyak 340.000 orang terdiri dari 78.000 orang bekerja di luar negeri, dan sisanya 262.000 orang bekerja di dalam negeri dengan berbagai jenis dan tipe kapal. Dari 78.000 orang yang bekerja di luar negeri, sebanyak 62.000 orang sudah bersertifikat rating, dan 16.000 orang bersertifikat perwira.(*)

Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar