Pakistan tahan orangtua tolak vaksinasi polio untuk anak-anak

Pakistan tahan orangtua tolak vaksinasi polio untuk anak-anak

Ilustrasi--Seorang anak menerima vaksin polio (REUTERS/Khaled Abdullah)

Peshawar, Pakistan (ANTARA News) - Pihak berwenang Pakistan menahan ratusan orangtua, yang menolak vaksinasi polio untuk anak-anaknya, kata pejabat setempat, Selasa.

Penolakan masyarakat serta ancaman Taliban menghalangi upaya pemberantasan penyakit penyebab kelumpuhan di salah satu negara pusat penyebaran itu.

Petugas meminta tolong polisi berurusan dengan orangtua yang terpengaruh oleh beberapa ulama, yang menyebut kampanye imunisasi pemerintah itu sebagai alat untuk melemahkan Islam, kata direktur kesehatan untuk Khyber-Pakhtunkhwa di wilayah baratlaut, Pervez Kamal.

"Tidak ada pilihan lain. Kami telah melakukan begitu banyak kampanye kewaspadaan bagi para orangtua dan masyarakat umum bahwa tidak ada yang membahayakan dalam vaksin, namun ini tidak membantu," kata Kamal.

Pakistan pada 2014 mencatat 306 kasus polio, dan memberikan kontribusi terbanyak dalam kasus polio yang tercatat oleh Inisiatif Pemberantasan Polio Global sebanyak 359 kasus di seluruh dunia.

Kamal mengatakan, Selasa bahwa daftar kasus penolakan "kronis" telah disiapkan dan dikeluarkan surat perintah penahanan bagi lebih dari 1.000 orangtua.

"Sejauh ini, kami telah menahan 471 orangtua dan upaya-upaya masih terus dilakukan untuk menangkap yang lainnya," kata seorang polisi di Peshawar.

Polio yang dulu menjadi penyakit umum pada anak-anak --bisa menyebabkan kelumpuhan dan kebanyakan menyerang anak-anak balita-- turun 99 persen dalam 25 tahun terakhir dengan kampanye vaksinasi yang agresif, kata WHO.

Polio kembali berkembang di Pakistan sejak Taliban, yang ingin menggulingkan pemerintahan dan menegakkan aturan Islam yang ketat, mulai menyasar pekerja kesehatan pemerintah yang melakukan gerakan vaksinasi.

Sebanyak 64 orang tewas dalam serangan terhadap tim polio dan pasukan pengawal mereka sejak 2012, ketika Taliban melarang vaksinasi di kawasan-kawasan yang mereka kuasai.

Beberapa warga Pakistan juga menentang vaksinasi karena mereka yakin gerakan itu merupakan bagian dari rencana Barat untuk mensterilkan anak-anak.

Gambaran mengenai vaksinasi semakin diperburuk setelah seorang dokter Pakistan yang bekerja untuk CIA menggunakan kedok kampanye vaksinasi untuk memata-matai Osama bin Laden, beberapa bulan sebelum AS melakukan serbuan yang menewaskan pemimpin al-Qaeda itu di kota Abbottabad, Pakistan pada 2011.

Pemerintah melancarkan kampanye nasional melawan polio setiap bulan. Berdasar data dari kampanye pertama tahun ini, hampir 60 ribu anak tidak mendapat imunisasi karena penolakan orangtua.

Seorang pejabat pemerintah, Riaz Mehsud mengatakan di Peshawar saja muncul lebih dari 14 ribu penolakan terhadap imunisasi.

"Kami memutuskan untuk mengambil tantangan ini dan memastikan bahwa setiap anak mendapat vaksinasi," kata Mehsud.
(S022/B002)

Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Bio Farma ekspor vaksin ke Angola atasi penyakit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar