Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) MPR RI, Ahmad Basarah meminta insiden penyerangan yang terjadi di Tolikara, Papua terhadap umat Islam yang menjalankan shalat Idul Fitri kemarin harus disikapi secara bijak.

"Insiden ini harus direspon dengan bijak dan hati-hati oleh aparat Kepolisian dan pemerintah daerah serta otoritas keagamaan, baik lembaga-lembaga agama maupun ormas-ormas agama agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan memperkeruh situasi dan kondisi sosial politik di tanah Papua," kata Basarah dalam pesan BBM-nya, Jakarta, Sabtu.

Di sisi lain, negara melalui aparatur pemerintahannya, baik pusat maupun daerah seharusnya dapat menjamin kebebasan umat beragama untuk melaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing sebagaimana dijamin oleh pasal 29 UUD 1945.

"Apalagi shalat Idul Fitri adalah ibadah sholat yg hanya dilakukan umat Islam hanya setahun sekali. Seharusnya umat beragama lain memberikan toleransi bagi umat Islam untuk merayakan kemenangannya setelah berpuasa selama satu bulan penuh," kata anggota Komisi III DPR RI itu.

Yang pasti, dirinya sangat menyesalkan atas telah terjadinya upaya provokasi dari sekelompok orang di Tolikara Papua yang melakukan penyerangan ketika umat Islam tengah melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri kemarin.

Pewarta: Zul Sikumbang
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2015