New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor menilai sejumlah data ekonomi bervariasi.

Indeks Non-Manufaktur AS tercatat 60,3 persen pada Juli, 4,3 persentase poin lebih tinggi dari angka Juni di 56 persen dan jauh di atas ekspektasi pasar 56,2, Institute Supply Management (ISM) melaporkan, Rabu, lapor Xinhua.

Indeks non manufaktur ISM berada pada tingkat tertinggi sejak Agustus 2005, yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.

Lapangan kerja sektor swasta AS meningkat sebesar 185.000 pekerjaan dari Juni ke Juli, jauh di bawah konsensus pasar 210.000, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasioanal ADB untuk Juli yang dirilis Rabu.

Sementara itu, defisit perdagangan internasional barang dan jasa negara itu meningkat dari tingkat revisi 40,9 miliar dolar AS pada Mei menjadi 43,8 miliara dolar AS pada Juni, sebagian besar sejalan dengan perkiraan pasar, kata Departemen Perdagangan AS, Rabu.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0898 dolar dari 1,0891 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5599 dolar dari 1,5568 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7348 dolar dari 0,7383 dolar.

Dolar dibeli 124,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 124,33 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9792 franc Swiss dari 0,9789 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3191 dolar Kanada dari 1,3185 dolar Kanada.

(T.A026)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015