Gorontalo (ANTARA News) - Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menyebabkan ratusan areal perkebunan di Kecamatan Biau dan Tolinggula terbakar.

Kepala Desa Didingga, Suharto Pakaya, Selasa, di Gorontalo Utara, mengatakan, kebakaran sudah berlangsung selama dua hari ini. "Api cepat meluas sebab rata-rata areal perkebunan mengalami kekeringan," ujarnya.

Diperkirakan ratusan areal perkebunan yang ditanami ribuan pohon cengkih, jeruk hingga tanaman cabai terbakar.

Masyarakat secara berkelompok kata Suharto, telah berupaya memadamkan api dan melokalisirnya agar tidak meluas menggunakan peralatan seadanya, namun kebakaran sulit diatasi.

Saat ini kebakaran terus berlangsung, menjangkau wilayah perkebunan di Desa Bualo, Potanga Kecamatan Biau dan dikhawatirkan menjangkau wilayah Desa Didingga yang berbatasan dengan Kecamatan Paguyaman Kabupaten Gorontalo, serta wilayah perkebunan di Desa Tolite Jaya Kecamatan Tolinggula.

Kepala Desa Potanga, Ibrahim Mangale mengatakan, pihaknya segera melakukan doa bersama atau sholat minta hujan "Istisqa" agar kebakaran yang sulit ditangani ini bisa teratasi.

"Masyarakat telah berupaya memadamkan api menggunakan tanki-tanki penyemprot seadanya, namun mereka tak tahan melawan panasnya areal perkebunan yang terbakar, sehingga penanganan paling efektif diharapkan dilakukan lewat udara ataupun berdoa agar hujan segera turun," ujarnya.

Pemerintah desa diakuinya telah melaporkan bencana kebakaran tersebut secara berjenjang hingga ke pemerintah kabupaten, dengan harapan kebakaran segera diatasi dan tidak meluas hingga ke kawasan hutan.

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2015