Washington (ANTARA News) - Kebutuhan pendanaan AS akan mencapai batas pinjaman teratasnya pada 3 November, mengakibatkan pemerintah kekurangan uang tunai yang diperlukan untuk membiayai operasi yang dianggarkan, Menteri Keuangan Jacob Lew memperingatkan Kamis.

Lew mengatakan dalam suratnya kepada Kongres bahwa kegagalan legislatif untuk menaikkan pagu pinjaman negara akan mengakibatkan kementerian keuangan tak dapat membayar semua kewajiban pemerintah, yang meliputi gaji, manfaat pensiun, utang, dan komitmen lainnya.

"Operasi pemerintah Amerika Serikat tanpa otoritas pinjaman, dan

dengan hanya uang kas di tangan pada hari tertentu, akan sangat tidak bertanggung jawab," kata Lew.

Pinjaman oleh kementerian keuangan mencapai pagu sekitar 18,1 triliun dolar AS beberapa bulan lalu, dan sejak itu telah mengambil langkah-langkah akuntansi luar biasa untuk memenuhi komitmennya.

Tetapi dengan anggaran AS membawa defisit sekitar 426 miliar dolar AS tahun ini, negara perlu terus meminjam lebih banyak untuk menutupi kekurangan.

Namun, Kongres belum bertindak untuk menaikkan plafon secaea undang-undang, dan dengan mayoritas Partai Republik di internal dalam kekacauan atas siapa yang akan memimpin partai dan DPR, kekhawatirannya adalah bahwa lembaga itu tidak akan mampu meningkatkan

pagu pinjaman sebelum batas waktu November.

Lew memperingatkan bahwa tidak meningkatkan batas pinjaman bisa mengimbas ke dalam ekonomi dan merugikan peringkat kredit negara itu.

Dia juga memperingatkan bahwa dipaksa untuk beroperasi pada saldo kas sangat rendah bisa menghambat operasi pemerintah dalam situasi darurat.

Kementerian keuangan memperkirakan saldo kas harian bisa mencapai serendah 30 miliar dolar AS, saat pemerintah membutuhkan minimal 150 miliar dolar AS demi keamanan.

"Mempertahankan saldo minimum ini membantu melindungi terhadap potensi interupsi pasar, yang di masa lalu telah disebabkan oleh peristiwa-peristiwa seperti Badai Sandy dan serangan teroris 9/11," tulisnya.

"Saya dengan hormat mendesak Kongres untuk mengambil tindakan sesegera mungkin, meningkatkan batas utang tanpa penundaan, dan menghapus ancaman yang tidak perlu untuk perekonomian kita," kata Lew.
(A026/A011)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2015