DIY dorong industri animasi

DIY dorong industri animasi

Ilustrasi. Industri Kreatif. Perancang grafis menyelesaikan pembuatan gambar animasi kartun dua dimensi pada pameran Semarang Industri Kreatif 2015 bertema "Bersama Membangun Pasar Industri Kreatif", di Semarang, Jateng, Jumat (11/9/15). Pameran diharapkan mampu menumbuh kembangkan industri kreatif melalui promosi dan pemasaran bersama sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun ini. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Kami ingin produk industri animasi dari Yogyakarta yang telah masuk pasar internasional itu menjadi contoh pengembangan selanjutnya."
Yogyakarta (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan terus mendorong pengembangan industri kreatif di bidang animasi yang dinilai cukup potensial mendukung laju perekonomian nasional maupun daerah.

"Industri animasi akan terus kami dorong karena ke depan potensinya cukup besar," kata Asisten Bidang Ekonomi, Sekretariat Daerah, Pemda DIY, Didik Purwadi di Yogyakarta, Selasa.

Didik mengatakan, potensi besar pengembangan industri animasi itu telah ditunjukkan dengan munculnya dua produk animasi asal Yogyakarta yakni film animasi "Battle of Surabaya" dan "Ajisaka".

"Battle of Surabaya" merupakan film animasi yang diproduksi oleh MSV Pictures, anak perusahaan kampus STMIK Amikom Yogyakarta.

"Kami ingin produk industri animasi dari Yogyakarta yang telah masuk pasar internasional itu menjadi contoh pengembangan selanjutnya," kata dia.

Oleh sebab itu, dia mengatakan, Pemda DIY sebagai perantara pemerintah pusat dengan masyarakat daerah, akan selalu siap melaksanakan program yang berkaitan dengan pengambangan industri kreatif khususnya di bidang animasi. Hal itu, menurut dia, seperti yang telah didorong oleh Kementerian Perindustrian tantang peningkatan sumber daya manusia (SDM) kreatif di bidang industri animasi.

"Kami melalui dinas pendidikan juga telah mendorong agar sentra-sentra teknologi informasi dapat dikembangkan di sekolah," kata dia.

Menurut Didik, industri animasi juga akan menjadi peluang bagi pengusaha lokal untuk bersaing di era pasaran Ekonomi Asean. Potensi industri animasi itu, menurut dia juga diyakini mampu mengentaskan pengangguran dan kemiskinan di DIY.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada September 2013, Yogykarta masih menjadi kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa mencapai 15,03 persen. Sementara itu, BPS DIY menyebutkan tingkat pengangguran terbuka di Yogyakarta pada Februari 2015 mencapai 4,07 persen.

"Potensi lapangan kerja yang diciptakan industri kreatif termasuk di bidang animasi cukup besar," kata dia.

Sebelumnya Kepala Bidang Industri Logam, Sandang, dan Aneka, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY Polin M W

Napitupulu menyebutkan animator di Yogyakarta berjumlah seratusan, namun hingga 2014 yang telah mendirikan industri Kecil Menengah (IKM) baru 4 hingga 5 orang.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar