Akan ada tekanan psikologis, kecuali kalau dia tidak sayang lagi sama istrinya,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly meyakini penangkapan Ade Irma, istri tahanan yang kabur dari Rutan Salemba Rizal alias Anwar, akan membuat pemerkosa dan pembunuh anak-anak tersebut tertekan secara psikologis.

"Akan ada tekanan psikologis, kecuali kalau dia tidak sayang lagi sama istrinya," ujar Yasonna di Jakarta, Selasa.

Dia melanjutkan, saat ini pihak kepolisian terus mencari Anwar dan memiliki cara agar ruang gerak Anwar semakin sempit.

Selain itu, politisi PDIP tersebut menyatakan akan memeriksa apakah ada unsur kelalaian petugas terkait kasus Anwar.

"Saya katakan kepada Dirjen Pemasyarakatan untuk teliti dalam melakukan pemeriksaan," kata dia.

Kepolisian menyatakan Anwar yang melarikan diri pada Kamis (7/7), atau saat Lebaran hari kedua, pukul 17.00 WIB.

Tersangka Anwar kabur dengan cara menyamar menggunakan jilbab yang diberikan istrinya Ade Irma, setelah menerima kunjungan dari istrinya pada hari Lebaran kedua.

Anwar sendiri ditangkap oleh anggota Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait dugaan pembunuhan dan pemerkosaan siswi MTs berinisial AAP (12) pada 24 November 2015.

Warga menemukan jasad AAP di area Perhutani Petak 17 RPH Tenjo Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (23/11/2015).

(M054/R010)

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2016