counter

Purna Paskibraka didorong bantu pemerintah perangi narkoba

Purna Paskibraka didorong bantu pemerintah perangi narkoba

Pengukuhan Paskibraka Nasional 2016 Menpora Imam Nachrawi (tengah) bersama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2016 yang akan bertugas dalam upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-71 RI berswa foto seusai upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/8/2016). (ANTARA/Yudhi Mahatma) ()

Jakarta (ANTARA News) - Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang merupakan mantan pasukan pengibar bendera pada HUT RI ke-71 di Istana Merdeka yang merupakan siswa terpilih dari seluruh Indonesia didorong untuk membantu pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkota di kalangan remaja.

Langkah konkret dari PPI ini tertuang dalam nota kerja sama (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang ditandangani oleh perwakilan PPI Pusat dan BNN yang dilakukan di Wisma Soegondo Komplek PP-PON Cibubur, Jakarta, Rabu, atau di sela penutupan pendidikan Paskibraka 2016 oleh Kemenpora.

Penutupan pendidikan dan pelatihan Paskibraka 2016 dilakukan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. Hadir dalam kesempatan tersebut plt Sesmenpora Sakhyan Asmara, Kepala BNN Budi Waseso dan Ketua Umum PPI Pusat Gustav Feriza.

"Ini baru satu tugas. Banyak tugas yang lain seperti memberikan kampanye positif ke masyarakat serta mengajak generasi muda berperan dalam membangun bangsa dan negara," kata Menpora Imam Nahrawi dalam keterangan tertulisnya.

Terkait ditutupkan pendidikan pada pelatihan Paskibraka 2016, orang nomor satu di Kemenpora itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat kegiatan ini. Apalagi tugas utama dalam pengibaran bendera pada peringatan HUT RI ke-71 berjalan dengan sukses.

 "Kami ucapkan terima kasih kepada anggota Paskibraka yang telah mengibarkan bendera Merah Putih mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga Istana Merdeka," katanya.

 Meski terjadi pemotongan anggaran, kata dia, dinilai tidak ada masalah karena semuanya berjalan dengan baik, serius, efisien dan efektif. Hasil tersebut diraih karena dukungan dan kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dan pelatihan Paskibraka 2016.

Sementara itu, Kepala BNN Budi Waseso berharap MoU yang telah dilakukan ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata. Apalagi peredaran narkoba di Indonesia telah banyak memakan korban dan bahkan saat ini telah ditetapkan oleh presiden sebagai darurat narkoba.

 "Dengan adanya MoU ini diharapkan ada tindak lanjut. Tidak hanya seremonial belaka. Peran serta adik-adik di daerah sangat ditunggu untuk membantu pemerintah dalam menghentikan peredaran dan penyalahgunaan narkoba," kata Kepala BNN Budi Waseso dalam keterangan tertulisnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PPI Pusat Gustav Feriza menyematkan pin emas Bakti Teratai Putra kepada Menpora Imam Nahrawi sebagai wujud penghargaan atas jasanya dalam membangun generasi muda khususnya Paskibraka.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Presiden silaturahmi dengan Paskibraka dan GBN

Komentar