counter

Produksi listrik panas bumi PGE lampaui target

Produksi listrik panas bumi PGE lampaui target

Dokumentasi: Pekerja mengerjakan penggalian di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Desa Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (30/3). Pembangkit listrik milik PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) berkapasitas 2 x 20 MW tersebut rencananya akan mulai dioperasikan pada Desember 2016 mendatang, dan akan membantu PLN mensuplai listrik untuk wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo). (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Jakarta (ANTARA news) - Produksi listrik pembangkit panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy, anak usaha PT Pertamina (Persero), hingga kuartal III 2016 mencapai 2.233 Giga Watt Hour (GWh), melampaui target perseroan sebesar 2.216 GWh.

"Hingga akhir 2016, PGE menargetkan produksi listrik dari pembangkit panas bumi sebesar 3.075 GWh," ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Geothermal Energy (PGE), Tafif Azimudin di Jakarta, Jumat.

Produksi listrik PGE berasal dari lima unit PLTP Kamojang dengan total kapasitas 235 megawatt (MW) di Wilayah Kerja Panas Bumi Kamojang-Darajat, Jawa Barat; empat unit PLTP Lahedong berkapasitas 80 MW di WKP Lahedong, Sulawesi Utara; dan dua unit PLTP Ulubelu berkapasitas 55 MW di WKP Gunung Way Panas, Lampung.

Menurut Tafif, saat ini PGE menjalankan delapan proyek panas bumi, baik lapangan uap maupun PLTP. Lima proyek pengembang energi geothermal berada di Kamojang, Karaha, Lahendong, Ulubelu dan Lumut Balai.

Sementara itu untuk proyek lapangan uap (steam field), PGE sedang menggarap proyek Hululais dan Sungai Penuh. Serta empat proyek tahapan eksplorasi, yaitu Bukit Daun, Margabayur, Lawu dan Seulawah.

"Infrastruktur di Bukit Daun dengan membangun jalan masuk ke hutan lebih dari 20 kilometer sudah finalisasi, rencana Oktober sudah mulai bor eksplorasi," ungkap Tafif.

Dari seluruh proyek tersebut sudah selesai dua PLTP, yakni Kamojang Unit 5 dan Ulubelu Unit 3. Hingga akhir 2016, PGE memproyeksikan dua PLTP lainnya, yakni Lahedong Unit 5 dan Karaha Unit 1 juga akan tuntas.

Tafif mengungkapkan PGE merupakan perusahaan nasional dengan sumber daya manusia (SDM) lokal yang menangani 11 proyek pengembangan dan empat proyek eksplorasi secara paralel.

Bahkan, tidak ada perusahaan geothermal mana pun di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Selandia Baru dan Islandia yang sangat maju dalam pemanfaatan geothermal yang pernah melakukan pekerjaan paralel sebanyak itu.

"Tentu saja hal ini tidak lepas dari kekuatan PGE di sisi upstream yang didukung penuh Pertamina, baik dari teknis operasional maupun pendanaan," kata dia.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunus Saefulhak optimistis PGE bisa mencapai target produksi listrik dari pembangkit panas bumi hingga akhir 2016. Hal ini didukung dengan tambahan kapasitas pembangkit yang dioperasi.

Tambahan kapasitas pembangkitan dari semula 462 megawatt (MW) menjadi 557 MW. Tambahan itu dari PLTP Ulubelu yang mulai beroperasi pada Juli 2016 sebesar 55 MW dan Lahendong Unit 5 yang beroperasi pada September 2016 sebesar 20 MW. "Pada Desember 2016 PGE akan COD lagi Lahendong 20 MW sehingga target produksi listrik PGE tahun ini saya kira akan tercapai," kata dia.

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar