counter

30 bus tak beroperasi akibat banjir di sekitar Hahatex

30 bus tak beroperasi akibat banjir di sekitar Hahatex

Sejumlah kendaraan dan pejalan kaki berusaha melintasi banjir di depan Pabrik Kahatex kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/11/2016). Banjir tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sejak malam hari mengakibatkan jalur lalu lintas Bandung-Tasikmalaya-Garut mengalami kemacetan, kendaraan mogok dan aktivitas pekerja pabrik terganggu. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Bandung (ANTARA News) - Sebanyak 30 bus tidak beroperasi di Terminal Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menuju Jakarta dan Bandung, akibat banjir menggenangi jalan nasional di kawasan industri Kahatex, Kabupaten Sumedang dan Vonex, Kabupaten Bandung, Selasa.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Wahyudijaya mengatakan bus yang datang dan berangkat dari Terminal Guntur Garut setiap harinya 165 bus, tetapi akibat banjir hanya 135 bus.

"Normalnya sehari ada 165 bus yang datang, tapi sekarang yang beroperasi 130an bus, sisanya tidak beroperasi," katanya.

Ia mengatakan, dampak banjir di jalan nasional Bandung-Garut itu menyebabkan keterlambatan bus datang ke Terminal Guntur Garut.

Akibatnya, kata dia, pemberangkatan bus dari Terminal Guntur mengalami keterlambatan hingga satu setengah jam.

"Banyak bus yang terlambat datang ke terminal, sehingga pemberangkatan pun terlambat," katanya.

Meskipun terlambat datang dan beberapa bus tak beroperasi, kata Wahyu, penumpang di Terminal Guntur tetap terlayani sesuai kendaraan umum tujuannya.

"Penumpang masih bisa terlayani walau waktu tempuhnya lebih lama," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Mapag hujan, strategi Pemkot Bandung antisipasi banjir

Komentar