LIPI dorong "startup" berbasis teknologi sektor perikanan di Samosir

LIPI dorong "startup" berbasis teknologi sektor perikanan di Samosir

Ilustrasi - LIPI (id.wikipedia.org)

Technopark ini baru dikatakan berhasil jika di ujungnya mampu meningkatkan kemampuan masyarakat. Karena itu, technopark harusnya memang tidak hanya bisa naikkan produksi tapi justru juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
Samosir, Sumatera Utara (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong munculnya "startup" atau usaha rintisan berbasis teknologi sektor perikanan melalui Technopark Samosir yang akan berubah menjadi Pusat Diseminasi Iptek.

"Kenapa startup berbasis teknologi yang ingin kita munculkan, karena ini relatif mudah bertahan dalam segala situasi. Technopark akan menjadi sentra pelatihan alih teknologi yang bisa diandalkan di Samosir untuk peningkatan ekonomi masyarakat," kata Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain kepada Antara setelah membuka kegiatan Diseminasi Iptek LIPI dan Pelatihan Startup Company Technopark Samosir di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Selasa.

Ia mengatakan technopark ini masuk dalam rencana induk yang di dalamnya juga terdapat peta jalan dari kegiatan yang tujuannya membawa dampak bagi masyarakat di daerah.

Untuk memperkuat kapasitas masyarakat, lanjutnya, LIPI yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir membangun Technopark Samosir bukan hanya sekedar memperkenalkan pembenihan ikan tapi juga menjadi sentra masyarakat melakukan pelatihan dan alih teknologi yang sudah dikembangkan.

Karena itu, ia meminta dukungan anggaran dari DPR dan Pemerintah Kabupaten agar technopark yang sudah dibangun satu tahun terakhir dapat tetap dilanjutkan. Sehingga harapan untuk munculnya startup berbasis teknologi perikanan dari peserta diseminasi maupun masyarakat di Kabupaten Samosir hingga Sumatera Utara semakin besar.

Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mengatakan technopark menjadi salah satu program pemerintah di awal Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang pembahasan anggarannya sudah dibicarakan di 2014.

Technopark Samosir, lanjutnya, awalnya juga menjadi salah satu program nasional, dan sentuhan LIPI ternyata mampu memberikan solusi dalam persoalan produksi benih ikan. "Ternyata sekarang produksi benihnya sudah meningkat dari 10.000 menjadi 2,4 juta ekor per tahun".

Keberhasilan LIPI memberikan sentuhan iptek di technopark yang sebelumnya merupakan Balai Benih Ikan (BBI) ini, lanjutnya, harus juga bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Untuk itu diseminasi dilakukan dan diharapkan terjadi transfer teknologi kepada masyarakat.

"Technopark ini baru dikatakan berhasil jika di ujungnya mampu meningkatkan kemampuan masyarakat. Karena itu, technopark harusnya memang tidak hanya bisa naikkan produksi tapi justru juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Politisi dari Partai Gerindra ini juga meminta petani dan pembudidaya yang ikut dalam diseminasi tersebut mau melaksanakan apa yang diperoleh dari diseminasi ini.

"Entah bagaimana caranya supaya Bupati juga bisa mengawal hasil proses diseminasi, memastikan agar apa yang diterima dijalankan," katanya.

Sebanyak 25 petani perikanan Kabupaten Samosir dan 15 petani perikanan di luar kabupaten yang diantaranya datang dari Dairi, Karo, dan Tapanuli Utara mengikuti kegiatan Diseminasi Iptek LIPI dan Pelatihan Start up Company Technopark Samosir.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut juga akan mengajak peserta melihat langsung proses pengembangan benih ikan di Technopark Samosir di Kecamatan Harian Boho. 

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar