counter

Kemenaker: BUMN harus jadi contoh kepesertaan BPJS-TK

Kemenaker: BUMN harus jadi contoh kepesertaan BPJS-TK

Direktur SDM dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz menyerahkan tropi kepada Klub Futsal BRI Pusat yang meraih tempat ke dua di BPJS-TK Futsal Challenge (BFC) 2016 di Jakarta, Minggu. Turnamen ketujuh ini dimenangkan oleh BNI Pusat dengan skor 4-1. (istimewa)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Tenaga Kerja yang diwakilkan oleh Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Kemenaker, Maruli Apul Hasoloan menyatakan badan usaha milik negara (BUMN) harus menjadi contoh kepesertaan dalam program jaminan sosial.

"BUMN adalah perusahaan milik negara, jadi harus jadi contoh. Bagaimana kita mengajak perusahaan swasta dan usaha kecil menengah jadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan jika BUMN tidak memberi contoh," kata Maruli di acara penutupan BPJS-TK Futsal Challenge (BFC) 2016 di Jakarta, Minggu.

Karena itu, ia memberi apresiasi kepada BUMN yang sudah mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial. Kepada yang belum, terutama yang masih mendaftarkan sebagian pekerja dan upah kepada BPJS Ketenagakerjaan, Maruli mengingatkan agar segera memenuhi hak dasar pekerjanya.

Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antarlembaga BPJS-TK, Ilyas Lubis, di acara yang sama mengatakan saat ini terdapat 21 juta peserta aktif program jaminan sosial tenaga kerja. Angka itu masih jauh dari angkatan kerja yang ada saat ini yang mencapai sekitar 120 juta orang.

"Artinya, masih banyak perusahaan yang belum memenuhi hak normatif pekerjanya," kata Ilyas. Masih banyak juga perusahaan yang mendaftarkan sebagian pekerja dan juga sebagian upah pekerja ke BPJS-TK.

"Ini namanya nekad. Hari "gini" pekerja tidak ikut jaminan sosial ketenagakerjaan. Celaka sedikit mereka bisa jatuh miskin, Dapur tidak "ngebul" karena biaya pengobatan terus melonjak," kata Ilyas.

"Karena itu kepada perusahaan yang masih abai akan hak dasar pekerja agar segera daftarkan mereka ke BPJS-TK," kata Ilyas.

BFC 2016 diikuti 40 klub futsal dari 40 perusahaan swasta, BUMN dan media. Klub Futsal BNI Pusat berhasil menjadi juara setelah mengalahkan BRI Pusat dengan skor 4-1. Sementara BNI Syariah di tempat ketiga setelah mengalahkan Surya toto dengan skor 6-1.

Direktur SDM dan Umum BPJS-TK Naufal Mahfudz mengatakan turnamen yang sudah berlangsung tujuh tahun berturut-turut itu akan ditingkatkan dengan memasukannya dalam agenda kompetisi futsal PSSI pada 2017 yang bertepatan dengan peringatan hari jadi BPJS Ketenagakerjaan ke 40 pada 5 Desember 2017.

Turnamen ini menjadi media sosialisasi program BPJS-TK dan juga mengajak perusahaan sportif dengan melindungi pekerjanya dari risiko kerja, seperti kecelakaan, kematian, hari tua dan pensiun.

Pewarta: Erafzon SAS
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Ratusan pemulung di Batam terdaftar jaminan sosial ketenagakerjaan

Komentar