Palembang (ANTARA News) - Arena bola boling Asian Games XVIII/2018 di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, ditargetkan selesai November 2017 supaya dapat mengikuti proses sertifikasi dari FIQ sebagai induk olahraga itu secara internasional.

Vice Director of Sport Department Inasgoc, Lukman Niode di Palembang, Minggu, mengatakan, proses sertifikasi itu harus selesai delapan bulan sebelum pelaksanaan.

"Mengapa diminta November, karena saya khawatir ada pengaruh cuaca sehingga pengerjaan jadi molor," kata Niode, di sela-sela pertemuan Dewan Olimpiade Asia (OCA) dengan Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc)

Sertifikasi ini bukan perkara mudah karena setiap federasi internasional cabang olahraga telah menetapkan standarnya.

Untuk itu, panitia penyelenggara dalam membangun arena sebaiknya dan seharusnya melibatkan delegasi teknik (TD) dari induk cabang olahraga federasi internasionalnya masing-masing.

Inasgoc juga berharap keaktifan dari pengurus besar cabang olahraga untuk mendatangkan tim TD internasional beberapa kali ke Palembang dalam proses pembangunan.

"Seperti di Palembang, saat ini lagi bangun boling dan dayung, tentunya harus didampingi TD supaya arena yang dibangun hampir pasti tersertifikasi," tuturnya.

Asian Games ke-18 digelar di Jakarta dan Palembang. Pada Rapat Koordinasi Komite Corcom ke-6 yang dijadwalkan Senin (6/3), di Jakarta akan disepakati pembagian cabang olahraga.

Kota Palembang akan diputuskan menggelar sepuluh cabang olahraga yakni sepak bola, basket, tenis, soft-tenis, voli, kano/kayak, dayung, menembak, triathlon, sepak takraw, dan panjat tebing.

Terdapat empat arena yang sedang dibangun dan direnovasi yakni stadion menembak berupa pembangunan arena skeet dan trap, arena dayung berupa perluasan danau buatan, arena Boling sedang dilakukan pembangunan baru, stadion tenis yakni penambahan lapangan.

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2017