Surabaya (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghentikan sementara pencarian korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

"Penghentian pencarian tercatat sejak pukul 16.00 WIB, karena kondisi cuaca hujan dan medan yang labil," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Sabtu sore.

Pihaknya khawatir jika pencarian terus dilakukan dan dipaksakan maka dapat menimbulkan longsor susulan.

"Tim SAR gabungan akan melanjutkannya besok (Minggu) pagi," ucapnya.

Sementara itu, pada proses evakuasi hari ini, Tim SAR gabungan dari Koramil, Polsek Pulung, Tagana, BPBD Ponorogo, Dinas Kesehatan dibantu relawan dan masyarakat setempat menemukan seorang korban jiwa dalam kondisi meninggal dunia.

"Diperkirakan 26 orang lainnya masih tertimbun tanah akibat longsornya tebing setinggi 100 meter pada pukul 08.00 pagi tadi itu," katanya.

Material longsoran, kata dia, memanjang dari bukit sekitar 800 meter, dan tinggi sekitar 20 meter, kemudian 23 rumah terdampak ada yang tertimbun, rusak berat dan sebagian rusak.

Ia juga menjelaskan, kronologi kejadian ditandai oleh bunyi gemuruh pada pukul 07.30 WIB hingga membuat sebagian masyarakat menyelamatkan diri ke tempat lebih aman.

Kemudian pada pukul 08.00 WIB bencana longsor terjadi disertai dengan suara gemuruh menerjang 2 RT (RT 02-03/RW 01) yang terdiri dari 23 rumah penduduk dan ladang masyarakat dengan jumlah jiwa sekitar 50 orang.

Sebagian masyarakat berhasil menyelamatkan diri, namun 17 orang luka-luka dan dirawat di Puskesmas Pulung.

Menurut keterangan warga dan BPBD Ponorogo, lanjut dia, masih ada sekitar 22 orang jiwa dan 15 orang pekerja panen jahe yang tertimbun tanah longsor.

"Tanda-tanda longsor sudah diketahui masyarakat sejak 20 hari yang lalu. Hujan deras menyebabkan munculnya retakan-retakan di perbukitan," tuturnya.

Dari peta rawan longsor, Desa Banaran merupakan daerah bahaya tinggi longsor sehingga sejak adanya tanda-tanda longsor masyarakat mengungsi sementara pada malam hari, kemudian pada siang hari kembali ke rumah melakukan aktivitas sehari-hari.

"Kemudian pada Jumat (31/3) malam terjadi hujan deras, namun tidak terjadi longsor, dan saat Sabtu pagi masyarakat kembali ke rumah terjadi longsor," katanya.

(F014/C004)

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017