Ponorogo (ANTARA News) - BPBD Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memastikan 27 orang warga Desa Banaran yang masih hilang tertimbun longsor hingga Sabtu sore dan belum bisa dievakuasi akibat banyaknya material longsor menimbun pemukiman di kawasan tersebut.

"Masih ada 27 warga yang dinyatakan hilang," kata Kepala BPBD Ponorogo Sumani dikonfirmasi di sela proses evakuasi yang masih terkendala alat berat dan besarnya material longsor di lokasi bencana Desa Banaran, Sabtu.

Kepastian jumlah korban hilang sebanyak 27 orang juga dibenarkan Kepala Desa Banaran, Kecamatan Punung Sarnu, menjawab kesimpangsiuran informasi tentang warga yang tertimbun longsor, tewas, maupun luka-luka.

Ia meralat keterangan sumber informasi sebelumnya dan sudah terlanjur tersebar pada sejumlah media massa yang menyebut korban hilang sebanyak 26 orang.

"Tidak benar (keterangan) itu. Data yang saya pegang sampai saat ini jumlahnya 27 orang, rumah 34 unit pada empat RT Dusun Tangkil dan Krajan," katanya.

Sumani mengatakan saat ini BPBD dan tim gabungan belum bisa melakukan tindakan evakuasi karena besarnya material longsor, kondisi yang masih labil dan belum adanya alat berat di lokasi bencana.

"Sejumlah alat berat masih dalam perjalanan dan semoga malam ini sampai di lokasi sehingga Minggu pagi bisa dilakukan upaya evakuasi untuk mencari 27 korban yang masih hilang," katanya.

Peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, saat sebagian warga beraktivitas panen jahe dan sebagian lain di dalam rumah.

Material longsoran, kata dia memanjang dari bukit sekitar 800 meter dan tinggi sekitar 20 meter, kemudian 23 rumah terdampak ada yang tertimbun, rusak berat dan sebagian rusak.

Kronologi kejadian ditandai oleh bunyi gemuruh pada pukul 07.30 WIB hingga membuat sebagian masyarakat menyelamatkan diri ke tempat lebih aman.

Kemudian pada pukul 08.00 WIB bencana longsor terjadi disertai dengan suara gemuruh menerjang dua RT (RT 02-03/RW 01) yang terdiri dari 23 rumah penduduk dan ladang masyarakat dengan jumlah jiwa sekitar 50 orang.

Sebagian masyarakat berhasil menyelamatkan diri, namun 17 orang luka-luka dan dirawat di Puskesmas Pulung.

"Tanda-tanda longsor sudah diketahui masyarakat sejak 20 hari yang lalu. Hujan deras menyebabkan munculnya retakan-retakan di perbukitan," kata Kades Sarnu.

(T.KR-DHS/H007)

Pewarta: Destyan Handri Sujarwoko
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017