Sopir taksi korban "bulliying" melapor ke Polda DIY

Sopir taksi korban "bulliying" melapor ke Polda DIY

Ilustrasi--taksi online (en.wikipedia.org)

Yogyakarta (ANTARA News) - Seorang sopir taksi online yang menjadi korban "bulliying" dengan diminta membuka baju di depan umum di Bandara Adisutjipto, F (32) melaporkan kasus yang menimpanya ke Polda DIY, Selasa sore.

F mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY dengan didampingi sejumlah anggota Paguyuban Pengemudi Online Jogjakarta (PPOJ) untuk melaporkan kasus yang menimpanya.

Ketua PPOJ Muhtar Ansori di sela mendampingi F mengatakan dengan pelaporan yang ditempuh korban diharapkan hukum di DIY bisa ditegakkan.

"Coba kalau misalnya bapak atau ibu anda yang ditelanjangi seperti itu bagaimana rasanya?," kata Muhtar singkat.

Diberitakan sebelumnya, seorang sopir taksi berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) dipermalukan dengan diminta membuka baju di depan umum oleh sekelompok orang lantaran diketahui hendak menaikkan penumpang di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu (18 /6) malam. Video berdurasi 13 detik yang menggambarkan peristiwa itu juga telah banyak diperbincangkan dan menjadi viral di sejumlah jejaring sosial.

Menurut salah satu petugas SPKT Polda DIY Tugiman mengatakan kasus yang dilaporkan oleh F menyangkut pelanggaran Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. "Menggunakan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Yulianto mengatakan akan menindaklanjuti laporan yang telah dibuat oleh F sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. "Pada prinsipnya kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata dia.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Anies masih kaji ganjil genap untuk taksi daring

Komentar