Sukabumi (ANTARA News) - Satu keluarga yang terdiri dari tiga jiwa di Kampung Situawi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tinggal di rumah semipermanen yang nyaris ambruk bahkan sudah miring

"Rumah berukuran 4x3 meter ini saya diami bersama keluarga sudah puluhan tahun, karena tidak punya biaya untuk memperbaikinya sehingga kondisinya rusak dan hampir ambruk," kata Mak Cacih (52) warga RT 02/02, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Senin.

Menurutnya, di rumah yang hampir ambruk dan tentunya tidak layak huni tersebut juga dihuni oleh suaminya yang sudah lanjut usia Santoso (62) dan Rahaja (32) anaknya. Penghasilan suami dan anaknya yang tidak menentu tersebut hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

Bahkan, suaminya yang hanya sebagai kondektur tembak jika tidak mendapatkan penghasilan terpaksa sekeluarga harus berpuasa. Rumahnya tersebut berdiri di tanah milik Hj Dadeh.

Lebih memprihatinkan lagi, jika turun hujan maka sudah pasti airnya akan membasahi seluruh ruangan rumah tidak layak huni tersebut, apalagi kalau disertai angin kencang satu keluarga tersebut memilih mengungsi ke rumah tetangganya.

"Terkena angin saja sudah goyang dan pasti kami khawatir ambruk, tapi mau bagaimana lagi karena tidak punya biaya untuk mengontrak rumah yang lebih layak," tambah Cacih.

Sementara Iwan Kusnadi tetangga Cacih mengatakan kondisi rumah Mak Cacih yang miring tersebut sudah terjadi sejak 1,5 tahun yang lalu. Warga di sini pun sudah pernah mengajukan rehab rumah ke pemerintah setempat, tetapi karena tanahnya bukan milik pribadi sehingga tidak bisa diproses.

"Jika hujan sekeluarga tersebut mengungsi ke rumah saya, kami pun tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi Mak Cacih dan keluarganya hanya bisa memberikan bantuan ala kadarnya saja," katanya.

Pewarta: Aditya A Rohman
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2017