Beijing (ANTARA News) - Para penyelidik kesehatan menemukan bertumpuk-tumpuk obat palsu memperbanyak darah di China bagian timurlaut. Penemuan tersebut adalah skandal terbaru yang mencemarkan industri farmasi China, ungkap pers pemerintah, Minggu. Lebih dari dua ribu botol albumin palsu, ditemukan di 18 rumah sakit dan 39 toko eceran maupun toko grosir di provinsi Jilin, kata China Central Television. Serum albumin manusia, atau albumin yang dibuat dari plasma manusia, digunakan untuk perawatan guncangan akibat kehilangan darah, luka bakar dan tingkat protein yang rendah akibat pembedahan atau gagal hati. Albumin juga digunakan sebagai obat tambahan saat pembedahan "bypass". Permintaan yang tinggi untuk obat tersebut diyakini menjadi penyebab pembuatan obat palsu itu, yang dikemas dengan kotak dan botol perusahaan farmasi asli, ungkap laporan itu. Pihak berwenang dari kepolisian maupun kesehatan sedang melakukan penyelidikan terhadap obat palsu itu dan sejauh ini sudah mengungkap serangkaian kuitansi palsu dari rumah-rumah sakit maupun penjual obat, Skandal itu muncul menyusul hukuman mati bulan lalu terhadap pemimpin badan pengawas obat di China, Zheng Xiaoyu, karena dia menerima suap untuk keluarnya izin bagi ratusan obat. Penahanan maupun pengadilan dirinya telah memicu penggerebekan di seluruh negeri terhadap industri makanan dan farmasi di China, demikian AFP.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2007