Minat masyarakat tinggi, keberangkatan KRI Bima Suci dari Padang ditunda

Minat masyarakat tinggi, keberangkatan KRI Bima Suci dari Padang ditunda

Dokumentasi sejumlah kadet tingkat III/Angkatan 64 Akademi TNI AL menaiki tangga tiang layar untuk peran parade, saat KRI Bima Suci tiba di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Rabu (8/11/2017). KRI Bima Suci dijadwalkan berada di Padang selama tiga hari sebelum melanjutkan pelayaran menuju Jakarta pada Sabtu (11/11/2017). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Padang (ANTARA News) - Seharusnya, Sabtu ini adalah hari terakhir KRI Bima Suci tambat di Padang untuk selanjutnya mengarahkan haluan ke Jakarta. Apa daya, minat masyarakat setempat sangat tinggi sehingga keberangkatan KRI Bima Suci dari Padang menuju Jakarta itu ditunda sehari.

"Kapal yang seharusnya berangkat dari Padang menuju Jakarta hari ini, ditunda. Mengingat animo masyarakat yang masih tinggi untuk mengunjungi kapal," kata Komandan KRI Bima Suci, Letnan Kolonel Pelaut Widiyatmoko Baruno Aji, di Padang, Sabtu. 

Dia memimpin misi penyeberangan KRI Bima Suci dan Operasi Kartika Jala Krida Luar Negeri 2017 Akademi TNI AL, dari galangan kapal pembuatnya, Freire di Vigo, Spanyol, menuju Tanah Air. Operasi Kartika Jala Krida adalah latihan, kuliah kerja nyata, dan praktek lapangan  bagi kadet tingkat III Akademi TNI AL; bisa dilaksanakan di dalam ataupun luar negeri. Operasi inilah yang sudah sangat sering dilakoni kapal layar tiang tinggi senior TNI AL, KRI Dewaruci.

Selama tambat di Padang sejak beberapa hari lalu, KRI Bima Suci membuka kapal (open ship) kepada masyarakat umum, dari dermaga Pangkalan Utama TNI AL II/Padang, di mana dia berada saat ini. Tidak ketinggalan tradisi kebaharian pelaut-pelaut militer juga dilaksanakan di geladak KRI Bima Suci itu, yaitu cocktail party, jamuan makan malam sederhana.

Baruno Aji mengatakan, kapal layar tiang tinggi dan juga kapal latih TNI AL baru itu akan bertolak menuju Jakarta, sekitar pukul  10.00 WIB Minggu (12/11). Sementara KRI Bima Suci hadir di Padang pada 8 November lalu setelah meninggalkan Colombo, Sri Lanka.

Padang yang terletak di tepi Samudera Hindia, menjadi bandar pelabuhan perdana di Tanah Air, yang mendapat kehormatan dikunjungi KRI Bima Suci, sejak dia meninggalkan galangan kapal pembuatannya, pada 18 September lalu. Dalam pelayaran dengan misi khusus menyeberangkan kapal layar tiang tinggi besar dari kelas Bark itu, KRI Bima Suci menyinggahi Italia, Mesir, Arab Saudi, Oman, Sri Lanka, baru Indonesia.

"Jadi untuk hari ini open ship masih terus dilakukan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat melakukan kunjungan kapal," katanya. Pada Sabtu, kunjungan dan antusiasme masyarakat naik tangga dan menginjakkan kaki ke geladak serta ruangan-ruangan KRI Bima Suci masih tinggi. Ratusan warga secara bergantian masih terus berdatangan. 

Bukan apa-apa, walaupun Indonesia negara bahari, namun jumlah kapal layar tiang tinggi bisa dihitung jari sehingga minat masyarakat untuk mengetahui dan merasakan berada di dalam kapal layar itu sangat tinggi. Padahal, kemahiran ilmu kepelautan dan ilmu-ilmu pendukung terkait --mental kebaharian, kepemimpinan dan kerja sama tim, logistik, teknik dan teknologi mesin, komunikasi, dan lain sebagainya-- sangat diwadahi pada kapal layar, terkhusus tiang tinggi. 

TNI AL memiliki empat kapal layar, yaitu KRI Dewaruci, KRI Arung Samudera I, KRI Arung Samudera II, dan KRI Bima Suci. Dari keempatnya, yang aktif berlayar mengemban misi adalah KRI Dewaruci, yang sudah bergabung dengan TNI AL sejak 1954 dan namanya telah melegenda di dunia kapal layar tiang tinggi dunia. Sedangkan KRI Arung Samudera II dan KRI Arung Samudera II ada di kelas yacht.

KRI Dewaruci yang termasuk dalam kelas Barkentin, telah dua kali melaksanakan misi pelayaran keliling dunia, yaitu pada 1964 dan 2012.

KRI Bima Suci juga menjadi landasan di mana upacara Hari Pahlawan 2017 digelar, berupa tabur bunga di Teluk Bayur, dengan kota Padang ada di tepiannya. Selama berada di dermaga Pangkalan Utama TNI AL II/Padang, para kadet Akademi TNI AL menggelar berbagai macam kebolehan mereka, mulai dari peran parade di tiang-tiang hingga drum band, dan sosialisasi ke berbagai sekolah di sana. 

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar