counter

Manggala Agni ubah limbah kayu dan semak jadi energi

Manggala Agni ubah limbah kayu dan semak jadi energi

Dokumentasi Pekerja menjemur briket di Desa Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (10/7/2017). Perajin setempat mengembangkan briket sebagai inovasi energi bahan bakar untuk rumah tangga dan para pelaku usaha ternak ayam dengan menggunakan limbah kayu atau limbah organik yang mampu diproduksi 6-9 ton dalam sebulan. Briket seharga Rp2.500 per kilogram tersebut dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Jakarta (ANTARA News) - Manggala Agni Daops Ketapang, Kalimantan Barat, berinovasi merubah limbah hasil penyiapan atau pembukaan lahan berupa kayu atau semak menjadi cuka kayu yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi energi alternatif pengganti LPG.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B Panjaitan di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di Indonesia dan terbesar di 2015 menjadi pembelajaran yang sangat berharga.

Pascakebakaran hutan dan lahan 2015, menurut dia, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk terus melakukan berbagai upaya menuntaskan permasalahan tersebut. Pembukaan lahan masih menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu diciptakan inovasi-inovasi yang mendukung pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Pembuatan cuka kayu, briket arang, dan juga pengolahan gasifikasi dapat dikembangkan di masyarakat untuk menjadi solusi bermanfaat sekaligus diharapkan dapat menekan potensi kebakaran hutan dan lahan. Hasil-hasil olahan ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat itu sendiri atau dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat," kata Raffles.

Tentunya ini menjadi terobosan yang harus terus dikembangkan dan diaplikasikan di wilayah rawan karhutla. Pembukaan lahan tanpa bakar menjadi solusi tepat dalam upaya mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan, lanjutnya.

"Pengembangan teknik penyiapan lahan tanpa bakar dan berbagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lainnya terus dilakukan di wilayah Indonesia untuk menekan tingkat kerawanan karhutla. Di Kalimantan Barat, sampai dengan 18 November 2017, jumlah titik panasnya mencapai 639 titik, menurun drastis jika dibandingkan 2016 periode yang sama yaitu 1.550 titik.

Begitu juga luasan kebakarannya. Hasil perhitungan citra satelit sampai dengan September 2017, luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat 7.440 hektare (ha), dan tahun sebelumnya seluas 9.174 ha.

KLHK dengan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahannya yakni Manggala Agni terus melakukan inovasi-inovasi dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
?





Pewarta: Virna Puspa S
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar