PBB, New York (ANTARA News) - Utusan khusus PBB untuk Yaman pada Sabtu (2/12) menekankan perlunya untuk melindungi warga sipil saat bentrokan berkecamuk di negara Arab tersebut.

"Telah terjadi peningkatan tajam peristiwa serius di (Ibu Kota Yaman) Sana`a dan gubernuran lain selama 24 jam belakangan. Kami sangat prihatin oleh rumitnya peristiwa ini pada penduduk sipil," kata Ismail Ould Cheikh Ahmed di dalam satu pernyataan.

Ia merujuk kepada pertempuran antara gerilyawan Syiah Al-Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh. Kedua pasukan tersebut sebelumnya menjadi sekutu melawan pasukan yang setia kepada Presdien Abd-Rabbu Mansour Hadi.

"Kami mendesak semua pihak agar menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional termasuk kewajiban mereka untuk menghormati prinsip pembedaan, sifat sebanding dan pencegahan. Semua pihak harus menahan diri dan memastikan serangan mereka tak pernah ditujukan kepada warga sipil atau sasaran sipil. Kami mengingatkan mengenai dampak serius dari kerusuhan bersenjata terhadap warga ssipil," kata Ahmed, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam.

"Kami menyeru semua pihak agar secara mendesak datang ke meja perundingan dan terlibat dalam proses perdamaian. Kami sekali lagi menyampaikan posisi kami bahwa penyelesaian politik adalah satu-satunya cara keluar dari konflik berkepanjangan di Yaman," tambah utusan PBB tersebut.

Puluhan orang telah tewas dalam pertempuran itu, yang meletus pada Rabu di Sana`a, antara kedua kelompok yang mulanya bersekutu.

(Uu.C003)

Pewarta: LKBN Antara
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017