Endapan es Mars mampu topang kebutuhan manusia pada masa depan

Endapan es Mars mampu topang kebutuhan manusia pada masa depan

Gambar potongan melintang lapisan tebal es bawah tanah pada lereng curam yang ditunjukkan menggunakan warna biru terang dalam pandangan ke Mars menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA yang dirilis 11 Januari 2018. (NASA/JPL-Caltech/UA/USGS)

Penafsiran kami adalah bahwa itu adalah kumpulan salju, yang disimpan secara geologis."
Washington (ANTARA News) - Ilmuwan, yang menggunakan gambar dari pesawat ruang angkasa NASA, mendapati delapan tempat endapan besar es di dekat permukaan Mars, yang berpeluang sebagai sumber air guna membantu kelangsungan tempat terdepan manusia pada masa depan.

Sementara ilmuwan sudah tahu bahwa sekitar sepertiga permukaan Mars mengandung lapisan es dangkal dan kutubnya menyimpan endapan es utama, hasil penelitian diterbitkan pada Kamis tersebut memaparkan lapisan es tebal di bawah tanah, yang terpapar di sepanjang lereng setinggi sekitar 90 meter di garis lintang tengah planet tersebut, lapor Reuters.

"Menemukan es terhampar di permukaan adalah hal mengejutkan. Garis lintang tengah biasanya ditutupi selimut debu atau regolit, kehilangan bebatuan di atas lapisan batuan dasar, kata Colin Dundas, pemimpin penelitian dari Pusat Ilmu Astrogeologi Survai Geologi AS di Flagstaff, Arizona.

Garis lintangnya setara di Skotlandia atau ujung Amerika selatan.

Peneliti menggunakan gambar dari "Mars Reconnaissance Orbiter" milik NASA yang telah mempelajari atmosfer dan medan Mars sejak 2006, termasuk sejarah arus air di permukaan.

Temuan menunjukkan bahwa es mungkin lebih banyak dari dugaan sebelumnya, yang bisa mendukung robot penjelajah masa depan atau eksplorasi manusia, bahkan memungkinkan pembuatan pangkalan Mars permanen. Air bisa digunakan untuk minum dan berpotensi diubah menjadi oksigen untuk bernafas.

"Manusia membutuhkan air kemanapun mereka pergi, namun bobotnya sangat berat untuk dibawa. Ide sebelumnya untuk memperoleh air yang dapat digunakan manusia dari Mars ialah menariknya dari atmosfir yang sangat kering atau menghancurkan batuan yang mengandung air," kata ilmuwan planet Shane Byrne dari Laboratorium Bulan dan Planet Universitas Arizona.

"Di sini kita menemukan kemungkinan adanya es air murni yang terkubur tepat di bawah permukaan. Anda tidak perlu solusi berteknologi tinggi, cukup dengan ember dan sekop kemudian mengumpulkan sebanyak mungkin air yang Anda butuhkan. Saya pikir ini semacam langkah penentu. Tempat ini juga jauh lebih dekat dengan tempat-tempat yang mungkin didarati manusia dibandingkan dengan kutub yang kondisinya sangat tidak ramah," kata Byrne.

Endapan es tersebut ditemukan di tujuh formasi geologi yang disebut "Scarps", dengan kemiringan hingga 55 derajat, di belahan planet bagian Selatan dan satu lainnya di belahan Utara.

"Penafsiran kami adalah bahwa itu adalah kumpulan salju, yang disimpan secara geologis," kata Dundas.

(Uu.R029/B002)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar