Markus Horison awali karir pelatih di Aceh United

Markus Horison awali karir pelatih di Aceh United

Markus Horison (FOTO ANTARA)

Banda Aceh (ANTARA News) - Mantan penjaga gawang tim nasional Indonesia, Markus Haris Maulana mengawali karir menjadi pelatih kiper tim Aceh United Banda Aceh.

"Inilah yang pertama di klub Aceh United saya menjadi pelatih," ujar kiper Timnas era-2000-an yang sebelumnya dikenal dengan nama Markus Horison Ririhina ini ketika dijumpai di lapangan Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (15/1) sore.

Markus menyatakan sebagai pelatih akan memberikan semua ilmu yang dimilikinya untuk kemajuan kiper tim Aceh United ini.

Kiper berkepala plontos yang namanya sempat melambung kala berada di bawah mistar Timnas Indonesia tahun 2005 -2011, Senin (15/1) siang tiba di Banda Aceh bersama pelatih kepala Simon Pablo Elissetche.

Sorenya, Markus langsung menjalankan tugas melatih di hari pertama itu dengan memberikan sejumlah latihan teknik, ketangkasan dan kecepatan kepada seorang kiper Aceh United, Ruli Desrian.

Markus belum bisa menyebutkan di mana masih kurang dan kelebihan yang dimiliki tiga kiper Aceh United.

"Untuk mendapatkan kiper yang bagus, melalui latihan bertahap. Minimal sebulan latihan sudah dapat diketahui kiper utama mana yang bagus," jelas mantan kiper sejumlah klub di Liga Super Indonesia, kelahiran Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, 14 Maret 1981 itu.

Pemilik tinggi badan 186 Cm, yang dikenal punya kelebihan memetik bola lambung ketika masih berjaya di bawah mistar ini mengakui susah untuk mendapat kiper terbaik di banding pemain di posisi lainnya.

Ia menyatakan akan berusaha maksimal melatih kiper Aceh United dan memberikan semua ilmu yang dimilikinya, sehingga bermanfaat bagi tim Aceh ini.

Markus memulai karir kiper di klub PSL Langkat dan PSMS Medan. Di Timnas, ia mengawali debutnya dengan penampilan cemerlang di turnamen internasional, saat Indonesai kalah 0 -1 atas Korea Selatan di Piala Asia tahun 2007.

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar