Kasus penculikan terungkap, Kapolsek Tegalsari Surabaya tunaikan nazar

Kasus penculikan terungkap, Kapolsek Tegalsari Surabaya tunaikan nazar

Ilustrasi Penyelelidikan Orang Hilang. (ANTARA News/Grafis)

Surabaya (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Sektor Tegalsari, Surabaya, Komisaris Polisi David Triyo Prasojo, menunaikan nazar yang sempat ia niatkan terkait upaya pengungkapan kasus penculikan seorang anak di wilayahnya dengan menggendong seorang warga yang melapor tentang keberadaan terduga pelaku.

"Saya memang sengaja membuat selebaran berisi foto korban penculikan, dalam hati saya bernazar, siapapun yang menemukan pelakunya akan saya gendong," katanya kepada wartawan di Surabaya.

Pada Kamis, kasus penculikan itu akhirnya terungkap setelah anggota Polsek Tegalsari Surabaya meringkus pelaku berinisial AM, sekaligus mengamankan korban berinisial SR yang masih berusia 5 tahun di tempat indekos di Jalan Karangan Gang 4 Surabaya.

Kasus itu terungkap berkat laporan dua orang warga yang melapor kepada informasi keberadaan terduga pelaku penculikan, setelah keduanya menyatakan kenal dengan foto korban yang terpampang dalam selebaran yang diedarkan oleh Kapolsek Tegalsari Surabaya beserta jajarannya.

Lantaran terdapat dua orang warga yang menyampaikan informasi, Kapolsek menunaikan nazarnya menggendong warga pelapor dibantu oleh salah seorang koleganya yakni Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tegalsari Inspektur Polisi Satu Zainul Abidin.

Kedua perwira tersebut menggendong dua warga pelapor tersebut dengan senyum mengembang dari Jalan Basuki Rahmat Surabaya menuju ke halaman Markas Polsek Tegalsari, yang berjarak sekira 50 meter.

"Terhadap pelaku AM, kami masih melakukan penyelidikan, salah satunya mendalami motif dari penculikan ini," ucap David.

Sebelumnya, SR, asal Manyar, Gresik, Jawa Timur, dilaporkan diculik pada 16 Januari lalu. Gadis kecil ini diculik oleh pemuda berusia 33 tahun itu saat ikut ibunya, Siti Musharifah, yang sedang mengurus asuransi untuk masa depan pendidikannya di Kantor BRI Life Jalan Dr Soetomo Surabaya.

Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar