Afrika bisa jadi tuan rumah Olimpiade untuk pertama kali pada 2032

Afrika bisa jadi tuan rumah Olimpiade untuk pertama kali pada 2032

Arsip Foto. Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach memberikan pernyataan dalam konferensi pers di Lausanne, Swiss, Rabu (2/3/2016). (REUTERS/Denis Balibouse)

Pyeongchang (ANTARA News) - Presiden Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) Thomas Bach mengatakan Afrika bisa menjadi tuan rumah Olimpiade untuk pertama kalinya paling cepat pada 2032.

Pernyataan yang disampaikan Rabu (7/2) itu muncul setelah IOC menyetujui rencana untuk menargetkan Afrika menjadi tuan rumah Olimpiade Pemuda Musim Semi (Youth Olympic Games/YOC) keempat pada 2022.

"Olimpiade Pemuda ini kami harap bisa menginspirasi salah satu negara Afrika untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 atau 2036," kata Bach saat berbicara di Pyeongchang dua hari sebelum dimulainya Olimpiade Musim Dingin.

"Namun kami punya cukup keyakinan di Afrika, karenanya kami katakan bahwa kami ita tidak ingin menunggu begitu lama, jadi mari kita lakukan pada 2022 dengan Olimpiade Pemuda," tambah Bach, menolak menyebutkan nama negara Afrika mana yang menurutnya dapat menggelar Olimpiade penuh.

Dalam sebuah pernyataan terpisah tentang Afrika untuk YOG, Bach mengatakan bahwa IOC "secara proaktif akan mendekati sejumlah negara Afrika untuk mengevaluasi kelayakan proyek semacam itu."

IOC akan memilih kota tuan rumah dalam sesi IOC yang digelar Oktober 2018 di Buenos Aires.

Rio de Janeiro pada 2016 menjadi tuan rumah Olimpiade pertama di Amerika Selatan, demikian menurut siaran kantor berita AFP.(hs) 


Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar